Warga panik berhamburan keluar rumah saat gempa 6,1 SR guncang Banten

Warga panik berhamburan keluar rumah saat gempa 6,1 SR guncang Banten. Romli, salah seorang kuli panggul di Pelabuhan Merak, mengaku sempat tidak percaya ada gempa. Sebab, kata Romli, di Pelabuhan Merak sering terasa guncangan saat kapal bersandar di dermaga pelabuhan.

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Warga panik berhamburan keluar rumah saat gempa 6,1 SR guncang Banten
Cahaya Madani Banten Boarding School. ©2018 Merdeka.com

Gempa berkekuatan 6,1 skala richter (SR) yang mengguncang kawasan Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, terasa hingga di Pelabuhan Merak, Cilegon. Guncangan gempa selama 6 detik itu membuat para pegawai pelayaran dan warga di Pelabuhan Merak, panik dan berhamburan keluar kantor.

Romli, salah seorang kuli panggul di Pelabuhan Merak, mengaku sempat tidak percaya ada gempa. Sebab, kata Romli, di Pelabuhan Merak sering terasa guncangan saat kapal bersandar di dermaga pelabuhan.

"Awalnya saya kira getaran biasa karena setiap ada kapal sandar pasti ada getaran, eh ternyata banyak orang yang keluar kantor bilang katanya ada gempa, kencang banget," kata Romli.

Sementara berdasarkan pantauan di lapangan, setelah terjadinya gempa aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni masih normal. Begitu juga dialami Warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, berhamburan keluar rumah dan perkantoran karena selama beberapa detik merasakan getaran gempa.

Teriakan salah satu pelajar bernama Dayat, sontak membuat perhatian belasan siswa SMPN 4 dan SMAN 3 Rangkasbitung yang juga merasakan gempa saat tengah menunggu kendaraan angkutan kota di ruas Jalan Multatuli.

"Ya Allah sampai terasa banget gempanya dan menakutkan, ini bisa saja merobohkan rumahnya yang terbuat dari dinding kayu atau bambu," kata Dayat.

Rekomendasi