Wapres Ma'ruf Amin: Tetap Waspada dan Tak Tergesa-gesa Menyatakan Pandemi Berakhir

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta untuk tidak tergesa-gesa menyatakan pandemi Covid-19 telah berakhir. Menurut dia, tantangan baru kedepan tidak kalah pelik dari masalah pandemi.

Muhammad Genantan Saputra
Wapres Ma'ruf Amin: Tetap Waspada dan Tak Tergesa-gesa Menyatakan Pandemi Berakhir
Wapres Maruf Amin. ©2022 Istimewa

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta untuk tidak tergesa-gesa menyatakan pandemi Covid-19 telah berakhir. Menurut dia, tantangan baru ke depan tidak kalah pelik dari masalah pandemi.

"Di tengah komitmen kita untuk tetap waspada dan tidak tergesa-gesa menyatakan pandemi telah berakhir, sekarang tantangan baru yang tidak kalah pelik sudah mengadang di depan mata," kata Ma'ruf di acara Anugerah Layanan Investasi Tahun 2022 yang diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/10).

Ma'ruf mengatakan, 2023 diprediksi menjadi tahun yang sulit bagi perekonomian global seperti resesi akibat konflik geopolitik yang mengarah pada krisis pangan, energi, dan keuangan yang belakangan berimbas kepada ketidakstabilan harga dan tingginya inflasi.

"Mencermati keadaan yang cukup berat tersebut, kita harus optimis mampu melewati krisis yang telah dan sedang menanti di tahun-tahun mendatang. Optimisme ini perlu dibarengi dengan kerja keras, terutama memastikan terjaganya stabilitas ekonomi dan politik," tuturnya.

Kestabilan Ekonomi

Menurut Ma'ruf, kestabilan ekonomi dan politik merupakan kunci keberlanjutan investasi. Namun, tanpa adanya stabilitas para investor sangat mungkin akan memilih keputusan yang lain.

"Stabilitas dalam konteks penanaman modal (investasi) lebih dari sekadar terjaganya kondisi makro ekonomi dan kepastian hukum," ujar dia.

"Unsur-unsur lain yang tak kalah substansial ialah kejelasan regulasi, kelembagaan, kepastian ketersediaan lahan, kesiapan infrastruktur, koordinasi pusat-daerah, kapasitas SDM, serta peran sektor bisnis. Unsur-unsur inilah yang selama ini kerap menjadi keluhan para investor," tandasnya.

Rekomendasi