Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Bali sepakat menunda pelaksanaan Turnamen International Youth Championship 2021. Penundaan ini disebabkan merebaknya virus Covid- 19 varian omicron yang telah menyebar di beberapa negara Eropa dan Asia.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, turnamen yang akan diikuti tiga klub besar Spanyol, Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid, itu sedianya akan dilaksanakan pada 4 hingga 11 Desember 2021 ditunda pelaksanaannya demi kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jakarta dan Bali.
Koster juga mengatakan, langkah antisipasi harus tetap dilakukan meskipun kasus harian Covid-19 di Provinsi Bali sudah melandai. Pada Jumat (3/12), terjadi penambahan pasien positif sebanyak 11 orang, sembuh 9 orang, dan meninggal nihil.
Semua pihak tidak boleh lengah dan harus tetap waspada dengan adanya varian omicron yang penyebarannya sangat cepat. "Jadi, sebenarnya kondisi kita saat ini sangat bagus, tetapi kondisi bagus ini perlu kita sikapi dengan kewaspadaan yang tinggi. Jangan sampai terjadi lonjakan kasus lagi seperti beberapa bulan lalu. Kita semua harus tetap waspada jangan sampai varian baru Covid-19 ini masuk ke Indonesia," ucap Koster dalam konferensi pers virtual dari Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (3/12) malam. .
Koster juga menyebutkan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah pemerintah pusat memperketat pintu pintu masuk serta meminta penundaan kegiatan olahraga maupun kebudayaan yang melibatkan warga negara asing dan berpotensi menimbulkan kerumunan.
"Saya paham pasti ada rasa kecewa karena turnamen ini ditunda, tetapi harus kita pahami bersama dengan baik keputusan ini demi keselamatan dan kesehatan kita bersama. Kita semua agar bisa memakluminya," ujarnya.
Hal senada disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain turnamen, peresmian Jakarta International Stadium (JIS) juga ditunda. "Saya, juga sangat mengapresiasi sikap dan kebijakan yang diambil pemerintah pusat yang menginstruksikan penundaan kegiatan melibatkan warga negara asing, sehingga celah-celah masuknya virus omicron ke Indonesia dapat diantisipasi," ujarnya.