Tunggu Harga Kedelai Stabil, Produsen Tahu di Jombang Stop Produksi
Merdeka.com - Melejitnya harga kedelai membuat para produsen tahu di Jombang, Jawa Timur kelabakan. Mereka pun berencana melakukan mogok produksi tahu hingga beberapa hari ke depan.
Saat ini di Jombang, harga bahan baku pembuatan tahu tersebut tembus lebih dari Rp11.000 lebih per kilogram. Dalam surat edaran Paguyuban Komunitas Tahu Jombang, aksi mogok produksi ini dimulai pada tanggal 21 hingga 23 Februari mendatang. Dan mulai berjualan, Kamis 24 Februari 2022.
Ketua Paguyuban Perajin Tahu Jombang, Imam Subekhi, menuturkan aksi mogok itu merupakan upaya terakhir dari para perajin akan mahalnya harga kedelai.
"Kita melakukan aksi mogok produksi, kita ini tidak tahu harus mengadu kemana, jadi kita berhenti sementara produksi gitu. Kira-kira tiga sampai empat hari," kata Imam Subekhi ditemui para wartawan di Desa Mayangan, Jogoroto, Jombang, Minggu (20/2).
Ia mengatakan, harga kedelai akhir 2021 lalu masih Rp9 ribu per kilogram dan sekarang tembus Rp11.300 per kilogram. Mahalnya harga kedelai membuat para perajin tahu terus merugi.
"Kalau potongan (tahu irisan) ini kan masih harga jual lama, belum harga jual penyesuaian. Lah kalau kita menyesuaikan harga sekarang, kita itu masih belum bisa, dikhawatirkan gak laku, kalau harganya tetap kita merugi tiap hari," keluhnya.
Kondisi seperti itulah yang membuat perajin kompak memutuskan berhenti produksi tahu hingga beberapa hari ke depan. Subekhi menyebut, ada sekitar 85 orang perajin tahu dari beberapa desa di Jombang yang menjadi anggota paguyubannya.
Dari puluhan perajin di paguyuban Sumber Berkah yang ia pimpin mampu memproduksi tahu sekitar 100 ton per hari dengan rata-rata tiap perajin memasak 12 sampai 15 kg.
"Per masak, harga jual Rp225 ribu sampai Rp250 ribu, dan biasanya keuntungan per 15 kg itu Rp20 ribu Tapi, sekarang minus, kerugian Rp5.000-Rp10.000 per hari, dan ini sudah terjadi sejak tiga bulan, jadi selama ini ya bertahan aja," ujarnya.
Subekhi mengatakan, aksi mogok produksi itu diharapkan pemerintah atau dinas terkait dapat memberikan solusi atas kesulitan yang dialami perajin atau produsen tahu.
"Kami juga melakukan koordinasi dengan teman-teman paguyuban, apakah menaikan harga jual tahu secara serentak atau seperti apa, gitu," kata Subekhi.
Ia pun berharap masalah kenaikan harga kedelai ini dapat segera berakhir kembali stabil seperti semula.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya