Puluhan warga dan ormas Islam menggelar demonstrasi di depan lokasi pembangunan Rumah Sakit Siloam, di Jalan Honggowongso, Kratonan, Solo, Jumat (19/8). Mereka menolak pembangunan rumah sakit tersebut.Komunitas warga Kratonan Solo (KWKS) terkena dampak pembangunan Rumah Sakit Siloam, dan puluhan anggota Laskar umat Islam Surakarta (LUIS) memulai aksi dari Masjid Al Hidayah, terletak di sebelah timur Kelurahan Kratonan. Mereka berjalan kaki menuju depan pembangunan rumah sakit Siloam di Jalan Honggowongso, Serengan.Sejumlah spanduk dan poster penolakan terhadap pembangunan rumah sakit dibentangkan. Poster dan spanduk tersebut bertuliskan 'Warga Tolak Siloam Solo', 'Lawan Kebijakan Pro Asing', dan 'Warga Kratonan Tolak Pembangunan Hotel, Sekolah, Rumah Sakit oleh PT Manyala Harapan'."Keberadaan rumah sakit, hotel dan pendidikan dikhawatirkan merugikan warga sekitar. Pembangunan rumah sakit akan menimbulkan limbah yang mengganggu kenyamanan warga," ujar Ketua KWKS, Muhammad Ali."Cadangan air tanah yang normal akan terganggu dan dikhawatirkan terjadi kekurangan sumber," kata warga lainnya saat berorasi.Sementara itu Ketua LUIS, Edi Lukito, menambahkan, banyak alasan warga dan umat Islam menolak pendirian RS Siloam."Sosialisasi amdal dan IMB (izin mendirikan bangunan) yang dimiliki terindikasi tidak wajar, warga dan pengurus RT dan RW Kratonan yang menolak tidak dipedulikan," ucapnya.Presiden Direktur RS Siloam, Theo L Sambuaga, menyatakan di lokasi itu hanya akan dibangun rumah sakit.
Tolak pembangunan RS Siloam, warga Solo gelar aksi demo
Warga mempersoalkan perizinan, penyedotan air, dan limbah medis.
Advertisement
Rekomendasi