Tiap ke Solo, Soeharto pesan 100 porsi nasi liwet Bu Wongso

"Iya dulu pak Soeharto kalau pulang ke Dalem Kalitan, pasti memborong nasi liwet bu Wongso," ujar Ny Cipto Sukanto.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Tiap ke Solo, Soeharto pesan 100 porsi nasi liwet Bu Wongso
Nasi Liwet Bu Wongso Lemu. ©2013 Merdeka.com

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu tak hanya terkenal di kota Solo. Warung sederhana itu terletak di Jalan Teuku Umar, tak jauh dari pusat kota Solo. Nasi liwet disajikan di atas pincukan daun pisang, membuat makan ini menjadi lebih nikmat, ditambah potongan ayam kampung atau telur pindang. Puluhan tahun lalu, saat Presiden Soeharto masih berkuasa, warung nasi liwet yang dekat dengan Istana Mangkunegaran selalu ramai diserbu ratusan pembeli. Lantaran sang presiden dan keluarganya kala itu, begitu gemar menyantapnya. Bahkan warung ini adalah tempat makan favorit mantan Presiden Soeharto semasa hidupnya."Iya dulu pak Soeharto kalau pulang ke Dalem Kalitan, pasti memborong nasi liwet bu Wongso. Biasanya 100 porsi, atau pincuk, pakai ayam dan telur," ujar Ny Cipto Sukanto (58) anak pertama Wongso Lemu, yang kini meneruskan usaha ibunya.Soeharto katanya sangat suka nasi liwet, lengkap dengan lauknya. "Biasanya pakai paha ayam, jerohan atau telur pindang. Itu kesenagan bapak dan keluarga," katanya.Pelayan peracik nasi liwet memakai kebaya. Terkadang pembeli ditemani para sinden Jawa. Buka Senin sampai Minggu, dari pukul 17.00 -01.00 WIB. Harga per porsi nasi liwet mulai dari Rp 15.000."Pak Soeharto itu sering pulang ke Solo. Tapi kalau ke Solo nggak mau kesini. Bapak itu pasti ndhawuhi (minta tolong) sopirnya, untuk membeli ke sini," ungkap Wongso, anak ke 2 Wongso Lemu, kepada merdeka.com, ketika dijumpai di Solo, Jumat (8/3).

Rekomendasi