Terluka Ditembak KST di Distrik Beoga, Pratu Heriyanto Dievakuasi ke Timika

Pratu Heriyanto yang ditembak Kelompok Separatis Teroris (KST) di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak Papua, Kamis (3/3) kemarin, akhirnya berhasil dievakuasi ke Timika. Prajurit TNI itu diterbangkan menggunakan pesawat Asian-One PK-LTF untuk perawatan medis di RSUD Timika.

Richard Jakson Mayor
Oleh Richard Jakson Mayor - Reporter
Terluka Ditembak KST di Distrik Beoga, Pratu Heriyanto Dievakuasi ke Timika
Pratu Herianto dievakuasi ke Timika. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Pratu Heriyanto yang ditembak Kelompok Separatis Teroris (KST) di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak Papua, Kamis (3/3) kemarin, akhirnya berhasil dievakuasi ke Timika. Prajurit TNI itu diterbangkan menggunakan pesawat Asian-One PK-LTF untuk perawatan medis di RSUD Timika.

Pratu Heriyanto didampingi Serka Wahidin selaku bintara kesehatan (bakes) diberangkatkan Jumat (4/3) sekira pukul 06.52 WIT. "Jadi, anggota kami (Pratu Heriyanto) yang terluka akibat serangan tembakan KST kemarin, tadi pagi sudah dievakuasi ke Timika untuk perawatan medis lebih lanjut," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga.

Tak hanya menembaki 8 orang karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) hingga meninggal dunia pada Rabu (2/3), kelompok pengacau juga menyerang anggota Kopasgat yang sedang berada di Pos Jaga Runway 25 Satgas Lanud Kopasgat Paskhas Yonko 469/Pancawara di Ujung Bandara Aminggaru Ilaga, Kamis (3/3).

Tertembak di Bagian Leher

Seusai menyerang Pos Kopasgat di bandara, KST kembali menyerang personel TNI yang sedang bertugas di Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH di Kampung Dambet, Distrik Beoga.

"Jadi, akibat dari penyerangan itu, Pratu Herianto mengalami luka tembakan di bagian leher, tepatnya di bawah telinga," jelas Aqsha.

Dia menuturkan, jarak tempuh antara Kampung Dambet ke lokasi kejadian penembakan delapan karyawan PT PTT di Kampung Kago sekitar 15 Km.

"Ya, KST serang prajurit itu sekitar jam 12.45 WIT," bebernya.

Pelaku Diperkirakan 15 Orang

Kapendam menjelaskan kronologi penyerangan berawal saat 12 personel Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH sedang melaksanakan patroli sekaligus memperbaiki saluran air yang jaraknya dari pos sekitar 50 meter.

Lanjutnya, saat prajurit tengah memperbaiki saluran air, tiba-tiba KST menyerang dan menembaki anggota yang sedang berpatroli.

"Dari laporan satgas ada sekitar 15 orang KST, dan ada yang membawa senjata laras panjang sebanyak 3 pucuk," paparnya.

Setelah diserang, prajurit TNI Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH pun berhasil memukul mundur KST menuju ke arah Kampung Ogamki, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Rekomendasi