Teka teki wanita hamil dimutilasi 5 bagian tubuh di Cikupa

Hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap korban tanpa identitas itu.

Mitra Ramadhan
Oleh Mitra Ramadhan - Reporter
Teka teki wanita hamil dimutilasi 5 bagian tubuh di Cikupa
TKP mutilasi perempuan hamil di Cikupa. ©2016 merdeka.com/mitra ramadhan

Kasus mutilasi kembali terjadi. Kali ini perkara itu tersebut terjadi di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Korban yang belum diketahui identitasnya tersebut berjenis kelamin perempuan. Saat ditemukan di depan kamar mandi, korban dalam keadaan bugil dan bagian tubuhnya terpotong-potong sangat mengenaskan dibungkus plastik hitam. Kondisi korban pun tengah hamil sekitar lima bulan. Sontak saja penemuan korban mutilasi ini menggegerkan warga Kampung Telaga Sari, Desa Telaga Sari, RT 12 RW 01, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang."Diduga peristiwa itu terjadi pada Rabu 13 April 2016 Pukul 08.30 WIB. Ditemukan di kontrakan milik H Malik, Kampung Telaga Sari, Desa Telaga Sari RT 12 RW 01, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang," kata Kapolsek Cikupa, Kompol Gunarko, di Cikupa, Rabu (13/4).Penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban, yang curiga dengan bau busuk menyengat. Ketika kontrakan itu dicek ternyata ditemukan potongan tubuh tersebut.Kapolresta Tangerang, Kompol Irman Sugema mengungkapkan, tubuh korban dipotong menjadi lima bagian. Namun, dua kaki dan tangannya tidak ditemukan di TKP."Dua tangan korban dipotong bagian bahu dan dua kaki dipotong di pangkal paha. Yang ditemukan hanya bagian badannya saja, dua kaki dan tangannya tidak ada," kata Irman Sugema saat ditemui di Ruang Jenazah RSUD Kabupaten Tangerang.Menurut Irman, pihaknya masih menyelidiki potongan kaki dan tangan yang diduga disembunyikan oleh pelaku. Selain itu identitas korban juga masih belum diketahui. "Keberadaan tangan dan kaki sedang kita cari," ungkapnya.Wanita berusia sekitar 30 hingga 40 tahunan itu, belum lama tinggal di kontrakan tersebut. Sehingga para tetangga belum ada yang mengenal korban. Berdasarkan keterangan tetangga, korban tinggal bersama dengan pria yang diduga suaminya."Jadi mereka baru di situ, sehingga tetangga belum begitu kenal. Korban dalam kondisi hamil. Korban tinggal dengan suaminya, tapi saksi tak kenal baik dengan suami dan korban," kata Gunarko.Gunarko menambahkan, sebelum ditemukan tewas, tetangga sempat mendengar adanya keributan dari kontrakan korban pada Minggu (10/4) pekan lalu. "Terakhir saksi mendengar ada cekcok mulut, selanjutnya tidak ada pembicaraan lagi," ujar Gunarko.Gunarko menyatakan polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun mereka tidak menemukan identitas korban. Polisi hanya mengamankan barang bukti berupa sebuah buah kartu SIM ponsel, satu Alquran, dan satu buah tas kecil warna kuning."Selanjutnya mayat dibawa ke RSU Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi guna ketahui penyebab kematian korban. Kasus ini masih dalam penyelidikan," tutup Gunarko.

Rekomendasi