Belasan siswa yang terlibat tawuran usai kelulusan SMA di Klaten, Selasa (2/5) sore, hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Klaten. Mereka sebagian besar berasal dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta."Saya belum boleh pulang, katanya nanti. Ini masih diperiksa, disuruh mengakui membawa senjata tajam, padahal saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak ikut tawuran atau pengrusakan," ujar IN (16), salah satu siswa SMK Muhammadiyah Klaten.IN menceritakan, saat itu ia dan teman-temannya berkumpul di Lapangan Kebondalem, dekat sekolah. Dia pastikan tak satupun siswa membawa senjata tajam. Namun setelah berangkat konvoi, di tengah jalan bergabung sejumlah pemuda yang membawa senjata tajam."Dari lapangan sebenarnya sudah steril, tapi di jalan ada yang sudah tidak sekolah melu (ikut). Ternyata mereka bawa sajam, dan kami enggak kenal. Tahu-tahu mereka menyerang peserta konvoi sekolah lain. Akhirnya kita panik semua dan diadang polisi, ya sudah diamankan," keluhnya.
Padahal, lanjut IN, dia dan 10 temannya yang masih ditahan saat ini tidak melakukan tindakan apapun. Baik perusakan maupun penganiayaan. Namun diakuinya, memang bersama teman-temannya berada di depan justru menjadi korban penangkapan aparat.Wakapolres Klaten, Kompol Heri Sutanto mengatakan, ada 113 pelajar yang diamankan. Namun sebagian besar sudah dipulangkan. Sedangkan untuk pelajar asal Yogyakarta masih didalami sambil menunggu kedatangan orangtua."Yang Klaten sudah kita pulangkan semua, total ada 113. 11 pelajar lain asal Yogyakarta, Sleman khususnya masih ada di sini. Masih kita dalami dan sambil menunggu orangtuanya," terangnya.Wakapolres menambahkan pihaknya juga menilang sebanyak 128 sepeda motor yang digunakan untuk konvoi. Para siswa didampingi orang tua dipersilakan untuk mengambil melalui proses sebagaimana telah diatur.Terkait penetapan tersangka, Wakapolres mengaku masih akan mendalaminya. Namun pihaknya fokus terhadap 11 siswa asal Yogyakarta yang belum dipulangkan saat ini. Sejumlah barang bukti yang disita berupa sebilah pedang, 2 buah gir sepeda motor dengan tali sabuk karate, sebuah kunci roda dan sebuah badik.Atas peristiwa tersebut Wakapolres menampik jika disebut telah kecolongan. Dia mengaku sebelumnya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi adanya konvoi kelulusan."Hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan, pengumuman kelulusan dilakukan jam empat. Tapi ternyata jam satu sudah wang weng (ada konvoi). Kita sudah patroli keliling wilayah Klaten. Tak tahunya di Jogja di sweeping dan larinya ke sini. Kita masih dalami, kenapa pelajar yang dari Sleman bisa sampai ke sini, muternya ke mana saja. Ini yang masih kita selidiki," katanya.