Tak ada regenerasi buruh tani, pemilik lahan di Minahasa kelimpungan

"Buruh tanam padi mayoritas usianya sudah tua, jumlahnya terus berkurang," kata Rudi.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Tak ada regenerasi buruh tani, pemilik lahan di Minahasa kelimpungan
Petani di Bogor gagal panen. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Masa tanam padi sudah tiba, namun petani di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara kesulitan mendapatkan buruh (pekerja) tanam padi. Terbatasnya buruh tanam membuat sejumlah petani di Minahasa belum melakukan penanaman padi."Tahun ini kami sangat kesulitan mendapatkan butuh tanam padi, padahal bibit yang disemai siap untuk ditanam," ujar Welly T, Petani sawah asal Tondano, Manado, Jumat (11/3).Welly mengungkapkan, untuk mendapatkan buruh tanam padi dia harus mencari sampai di beberapa kampung dan membutuhkan waktu lama.Hal senada juga diungkapkan Rudy (45), Petani asal Minahasa, dia sudah melakukan persiapan menanam padi. Dari membeli pupuk hingga pesan bibit padi. Namun, sampai sekarang sawah miliknya seluas 2 ribu meter persegi belum juga ditanami.Bahkan untuk pengolahan tanah terpaksa dilakukan sendiri sejak beberapa hari terakhir. Diakuinya untuk musim tanam padi saat ini sangat sulit dibanding sebelumnya. Di wilayah itu masalah dihadapi petani hampir sama, yakni terbatasnya jumlah buruh tanam. Mereka biasanya ada saat dibutuhkan, namun sekarang kalaupun ada orangnya sangat berkurang."Buruh tanam padi setiap tahun orangnya ya selalu sama, itu-itu saja. Mayoritas sudah tua, jadi mereka jumlahnya terus berkurang karena faktor usia atau meninggal dunia," beber Rudi, dikutip dari Antara.Terbatasnya jumlah buruh tanam menyebabkan produksi padi menjadi terlambat. Karena itu waktu panen yang sudah diperkirakan akan ikut terpengaruh mundur dari rencana semula."Anak muda atau regenerasi untuk menjadi petani atau buruh tani sangat kurang. Padahal daerah ini butuh banyak tenaga, kalau harus digarap satu orang jelas sulit," keluhnya.

Rekomendasi