Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sys NS kritik Jokowi, telat tegas di kasus Setnov, reaktif soal ojek

Sys NS kritik Jokowi, telat tegas di kasus Setnov, reaktif soal ojek Jokowi buka Kawah Kepemimpinan Pelajar 2015. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengajak cendekiawan dan budayawan makan bersama di Istana Negara. Mereka satu per satu diberi kesempatan berbicara dan memberikan masukan kepada Presiden Jokowi.

Budayawan Sys NS mengatakan, pemerintahan Presiden Jokowi sudah berjalan lebih dari satu tahun. Jokowi dianggap kurang tegas dalam mengambil sikap untuk sejumlah kasus yang mencuri perhatian publik. Seperti sikap kasus 'Papa Minta Saham' yang dianggapnya kurang tegas.

"Kalau budayawan menilai, atau saya pribadi aja ya menilai, kekurangan atau kritik untuk Presiden dan Pak JK Wakil Presiden, untuk pemerintah pada umumnya, ketidakberanian dengan seketika," kata Sys di Istana, Jakarta, Selasa (22/12).

Berbeda saat polemik ojek berbasis aplikasi, Jokowi langsung bersifat reaktif. Jokowi dengan tegas mempersilakan ojek atau transportasi berbasis aplikasi beroperasi.

Sys memandang, ketegasan Jokowi dalam menyikapi ojek berbasis aplikasi ini tentunya juga diharapkan publik untuk kasus yang lain.

"Lain kasus ojek, itu seketika walaupun telat berapa jam, hal-hal seperti itu, itu sangat diharapkan oleh rakyat sekarang ini. Jokowi selalu terlambat, tenang-tenang dulu seperti kasus Sudirman Said, MKD. Yang mulia, yang mulia itu. Terlambat menurut saya," jelas Sys.

"Harusnya dari awal Presiden memandang MKD itu bagus, tapi aturannya tidak benar, walaupun aturan itu sudah baku, tapi tidak benar, itu harus dikatakan oleh presiden. Artinya yang diharapkan oleh para budayawan adalah top down. Presiden tidak korupsi, memberantas korupsi. Maka, hasilnya akan seluruhnya menjadi antikorupsi," tandasnya.

Seperti diketahui, sikap Presiden Jokowi soal kasus 'Papa Minta Saham' menyerahkan sepenuhnya dalam proses sidang MKD DPR. Walaupun namanya dicatut dalam kasus tersebut, Jokowi terlihat tidak tegas dengan tidak membawanya kasus ini ke penegak hukum.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP