Swedia beri enam beasiswa untuk cetak insinyur Indonesia masa depan

Para mahasiswa ini telah memenangkan KTH Master's Challenges Aeronautics Comptition.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Swedia beri enam beasiswa untuk cetak insinyur Indonesia masa depan
Enam orang Indonesia dapat beasiswa Swedia. ©2016 Merdeka.com

Perusahaan Swedia yang bergerak di industri pertahanan dan keamanan, Saab, memberikan beasiswa kepada enam mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung. Mereka berkesempatan untuk mengenyam pendidikan S2 dalam program Teknik Penerbangan di KTH Royal Institut of Technologi dari Swedia.Para mahasiswa ini telah memenangkan KTH Master's Challenges Aeronautics Comptition. Kompetisi ini memiliki dua yaitu Vehicle Engineering dan Aerospace Engineering. Sebelumnya keenam mahasiswa ini bersaing dari 1.100 mahasiswa se-Indonesia.Salah satunya yang memenangkan kompetisi ini adalah Darian Verdy Retianza, mahasiswa dari ITB yang mendapatkan juara dalam kategori Vehicle Enginnering dan berhak untuk mengenyam pendidikan di Swedia."Saya bersyukur sekali dan ini perjuangan. Awal saya harus membuat esay yang hanya 500 kata kemudian membuat terobosan dan ide dan kemudian disaring menjadi 20 orang dan hingga menjadi 5 orang," ucapnya di sela jamuan makan malam bersama kedutaan Swedia di kediaman kedutaan Swedia, Jakarta, Senin (4/4).Darian pun tidak menyangka bahwa dirinya telah memenangkan kompetisi yang memakan proses seleksi selama dua bulan. "Ini perjuangan saya telah mendapatkan kompetisi ini," ujarnya.Tidak hanya Darian yang mendapatkan beasiswa dari Swedia, Akhsanto Anandito, mahasiswa UGM yang memenangkan kompetisi dalam kategori Aerospace Engineering tidak menyangka sama sekali dirinya mendapatkan beasiswa. Pasalnya Anandito pada saat mengerjakan esay untuk kompetisi tersebut sedang menjalani tahap semester akhir di jurusan teknis mesin."Saya tidak menyangka padahal saya mengerjakan esay pada saat saat mengejar semester akhir. Saya yakin pada saat itu karena saya selalu membaca buku untuk bisa membuat terobosan tersebut," jelas Anandito.Sementara, menurut Duta Besar Swedia untuk indonesia, Johanna Brismar Skoog sebagai fasilitator dari Swedia menjelaskan bahwa selalu ada program pencarian beasiswa untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia. "Kami ingin mencetak insinyur muda dari negara-negara berkembang seperti Indonesia," kata Johanna.Kemudian, menurutnya Indonesia sebelumnya hampir banyak mencetak insinyur terkemuka. "Indonesia memang sebelumnya melahirkan banyak insinyur bahkan pemimpin negara ini telah dua kali dipimpin oleh insinyur," tambahnya.Diketahui pada akhir 2015 perusahaan pertahanan dan Keamanan, Saab memberikan beasiswa program master untuk enam orang mahasiswa Indonesia. Pada akhir 2015 perusahaan tersebut bersama KTH Royal Institut of Technologi dari Swedia menggelar kompetisi untuk calon penerima beasiswa dalam program teknik penerbangan.Terdapat 1.100 mahasiswa yang mendaftarkan dan yang lolos hanya 6 orang. Perusahaan Saab akan memberikan tunjangan hidup untuk mahasiswa selama mengenyam pendidikan di Swedia dan pihak KTH yang akan memberikan seluruh biaya perkuliahan. Keenam mahasiswa tersebut akan mendaftarkan diri di KTH pada semester kedua 2016.

Rekomendasi