Stok vaksin Covid-19 di sejumlah fasilitas kesehatan kosong, termasuk vaksin booster. Akibatnya, banyak masyarakat belum dapat melengkapi vaksinasinya.
Kementerian Kesehatan buka suara soal keterbatasan vaksin Covid-19 tersebut. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengakui sejumlah fasilitas kesehatan tidak memiliki stok vaksin.
"Iya memang terbatas. Terbatas tapi tidak berarti tak ada sama sekali," kata Nadia kepada merdeka.com, Selasa (11/10).
Menurut Nadia, Kemenkes melakukan relokasi vaksin untuk mengatasi masalah keterbatasan stok di sejumlah fasilitas kesehatan. Terutama wilayah DKI Jakarta.
Nadia menyebut, saat ini, jumlah vaksin yang ditambahkan untuk DKI Jakarta sebanyak 15.000 dosis.
"Untuk daerah yang memang laju penyuntikannya tinggi, ini kita coba supply dengan relokasi dari daerah yang punya stok banyak," jelasnya.
Advertisement
Stok Vaksin di Faskes Kosong
Belakangan ini, masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan vaksinasi booster. Seperti yang dialami Sari, warga yang berdomisili di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Sari bercerita telah mendatangi sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi booster. Namun, nihil. Padahal, dia membutuhkan vaksin booster sebelum melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi udara.
Fasilitas kesehatan yang didatanginya yakni Rumah Sakit Aulia, Puskesmas Jagakarsa, dan Puskesmas Srengseng.
"Kosong di mana-mana," kata Sari.
Hal serupa dialami Riat. Riat mengaku ingin melengkapi vaksinasi booster di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, petugas kesehatan di salah satu puskesmas mengatakan tidak ada stok vaksin.
"Pihak puskesmas bilang tidak ada vaksin. Jadi vaksinasi ditunda sementara sampai stok vaksin tersedia," ucap Riat.