Sistem Ganjil Genap akan Berlaku di Ruas Jalan Obyek Wisata Kuta dan Sanur
Merdeka.com - Sistem ganjil genap akan diberlakukan di ruas jalan di wilayah Obyek Wisata Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, dan juga di wilayah Sanur, Denpasar, Bali.
Kapolda Bali Irjen Pol. Drs Putu Jayan Danu Putra menerangkan, bahwa sistem ganjil genap akan direncanakan pada tanggal 25 September 2021 mendatang.
"Kemungkinan tanggal 25, karena itu harus ada sosialisasi. Kemudian, juga harus ada aturan dari (Pemerintah) Provinsi yang menetapkan sebagai peraturan untuk dilaksanakan. Jadi, bukan hanya kehendak dari petugas polisi, tapi itu aturannya nanti ada surat edaran Gubernur keluar, kita akan terapkan kalau sekarang baru sosialisasi," kata Irjen Putu, di Pantai Kuta, Bali, Senin (20/9).
Ia juga mengatakan, penerapan sistem genap ganjil merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat. Namun, disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.
"Kita melihat untuk uji coba dulu di wilayah Provinsi Bali. Kemungkinan, kita akan terapkan di wilayah Kuta dan Sanur. Itupun juga tidak semuanya, hanya jalan tertentu," imbuhnya.
Sementara, untuk waktu dan hari sistem ganjil genap juga ditentukan, hanya hari Sabtu dan Minggu. Kemudian, untuk waktu dari pukul 6:30 Wita hingga 9:30 Wita. Selanjutnya, dari pukul 15:00 Wita sampai pukul 18:00 Wita.
"Ini, sebagai sosialisasi penerapan dulu. Kita, harapkan dengan penerapan itu terkendali orang yang keluar masuk wilayah-wilayah pariwisata yang akan padat," jelasnya.
Ia menyebutkan, bahwa pada prinsipnya sistem ganjil genap ini bagi masyarakat yang melintas di obyek wisata Kuta dan Sanur dan juga ada waktu dan hari tertentu yang diterapkan sehingga tidak menyusahkan masyarakat umum.
"Prinsipnya orang yang melintas tempat tersebut. Misalnya di Kuta berarti kan tidak hanya wisata tapi juga orang yang berkegiatan. Tapi, karena memang aturannya penggal jalan ini diberlakukan untuk ganjil genap dia harus mematuhi, untuk jamnya tertentu jadi kita tidak menyusahkan masyarakat. Prinsipnya mengatur kegiatan masyarakat supaya lebih tertib," ujarnya.
Ia juga mengemukakan, bahwa untuk aktivitas di obyek pariwisata di Bali, sudah mulai ramai terutama di Pantai Kuta Bali. Maka, pihaknya juga tentu meminta wisatawan maupun pengelolaan obyek wisata agar tetap disiplin protokol kesehatan.
"(Wisatawan) sudah mulai ada. Tapi ini sekarang wisatawan lokal dan di Kuta sudah ada keramaian. Mudah-mudahan nanti penerapan protokol kesehatan ketat dan tetap patuh protkes yang datang ke tempat pariwisata. Kita, juga himbauan kepada para pengelolanya memasang barcode untuk PeduliLindungi jadi sama-sama kita mengetahui orang yang keluar masuk itu aman. Tidak Covid-19," ujarnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya