Sesumbar Jenderal Gatot mau ganti semua Alutsista tua milik TNI

Jenderal Gatot berjanji akan menghentikan penambahan Alutsista TNI yang berasal dari hibah.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Sesumbar Jenderal Gatot mau ganti semua Alutsista tua milik TNI
KASAD Gatot Nurmantyo. ©2015 merdeka.com/imam buhori

TNI kembali dirundung duka. Kali ini, pesawat Hercules tipe C-130 milik TNI AU yang membawa 121 penumpang jatuh dan terbakar di sekitar pemukiman warga di Jl Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6).Musibah ini tentu saja menyorot perhatian publik. Apalagi, pesawat tersebut diketahui sudah berusia tua.Desakan pun muncul dari berbagai pihak agar pemerintah dan TNI memodernisasi alutsista yang dimiliki. Hal ini tentu saja relevan. Pasalnya, musibah itu terjadi cuma satu hari jelang pelaksanaan fit and proper test Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI di DPR.Dalam fit and proper test calon Panglima TNI di DPR, kemarin, Jenderal Gatot Nurmantyo berjanji bakal memodernisasi Alutsista TNI jika menjabat sebagai Panglima TNI. Menurutnya, hal itu sejalan dengan keinginan pemerintah yang juga sudah gerah dengan Alutsista TNI yang memang dikenal sudah uzur dan tak layak pakai."Ini sudah sejalan dengan Kabinet Kerja yang akan meningkatkan anggaran 1,5 persen dari PDB (produk domestik bruto)," kata Gatot saat memaparkan gagasannya dalam fit and proper test di Komisi I DPR, Jakarta, Rabu (1/7).

Jenderal Gatot yang saat ini menjabat sebagai Kasad berjanji akan menghentikan penambahan Alutsista TNI yang berasal dari hibah. Sebab, Alutsista yang berasal dari hibah kerap menimbulkan masalah seperti jet tempur F-16."Saya akan memastikan semua Alutsista siap dioperasikan," katanya.Mantan Pangkostrad ini juga berjanji akan mengutamakan Alutsista produksi dalam negeri. Menurutnya, pembelian Alutsista produk luar negeri bakal terpaksa dilakukan jika produksi dalam negeri sudah tak mampu memproduksi Alutsista yang dibutuhkan oleh TNI.Untuk mengimbangi niatannya tersebut, Gatot akan memaksimalkan kemampuan para prajurit sehingga dapat cakap menggunakan Alutsista modern tersebut."Pembinaan satuan dilakukan antara lain meningkatkan kemampuan dasar prajurit, meliputi mahir menembak, beladiri militer dan pengoperasian teknologi," katanya.

Tak cuma itu, Jenderal Gatot juga berkomitmen lebih mengutamakan membangun Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Alasannya, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang ke dua di dunia.Selain itu, dia menilai sudah banyak negara-negara besar membangun pangkalan militer di sekitar kawasan laut Indonesia, seperti, China yang membangun pangkalan militer di laut China Selatan dan Amerika Serikat yang membangun pangkalan militernya di Australia."Tidak ada alternatif lain kecuali fokus membangun kekuatan AL dan AU secara serentak dan sesegera mungkin agar mampu mengontrol, mengawal dan menjaga nusantara dengan memiliki keunggulan laut dan keunggulan udara," kata Gatot.Selain itu, penguatan Angkatan Laut sekaligus mendukung keinginan Presiden Joko Widodo yang ingin Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Rekomendasi