Seperangkat Alat Salat & Alquran Jadi Mahar Pernikahan Putra Pakualaman X

Akad nikah antara kedua mempelai dilakukan menggunakan bahasa Jawa. Bahasa Jawa ini diucapkan oleh KPH Kusumo Bimo Bimantoro dengan ayah mempelai putri, Mandiyo Priyo.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Seperangkat Alat Salat & Alquran Jadi Mahar Pernikahan Putra Pakualaman X
Prosesi akad nikah putra Pakualaman X. ©2019 Merdeka.com

Putra pertama Pakualaman X, BPH Kusumo Bimo Bimantoro melakukan prosesi akad nikah dengan dr Maya Lakshita Noorya di Masjid Besar Pakualaman. Prosesi akad nikah ini dilakukan pada pukul 07.30 WIB.

Dalam prosesi akad nikah, BPH Kusumo Bimo Bimantoro yang mengenakan Surjan Ageng berwarna putih dengan corak bunga dan daun berjalan kaki menuju Masjid Besar Pakualaman. Dia berjalan kaki dari Puro Pakualaman yang berjarang kurang lebih 200 meter dari Masjid Besar Pakualaman.

Bertindak sebagai wali dalam akad nikah adalah ayah dr Maya Lakshita Noorya, Mandiyo Priyo. Sedangkan untuk saksi pernikahan dari pihak mempelai putra adalah Kanjeng Pangeran Haryo Noto Atmojo. Sedangkan saksi untuk mempelai putri adalah Ir. Haji Aryono.

Akad nikah antara kedua mempelai dilakukan menggunakan bahasa Jawa. Bahasa Jawa ini diucapkan oleh KPH Kusumo Bimo Bimantoro dengan ayah mempelai putri, Mandiyo Priyo.

"Maniro nikahake kaliyan purbo maniro pawestri inkang sesilih Maya Lakshita Noorya dhumateng Panjengenan Dalem, Bendoro Pangeran Haryo Kusumo Bimantoro bin Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam Ingkang Jumeneng Kaping Sedoso kanthi mas kawin seperangkat pirantos sholat lan Al Quran ingkang kabayar kenceng," ucap Mandiyo Priyo kepada BPH Kusumo Bimo Bimantoro.

"Maniro tampi nikahe Maya Lakhsita Noorya binti Madiyo Priyo dhumateng maniro inggih Bendoro Pangeran Haryo Kusumo Bimantoro bin Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam Ingkang Jumeneng Kaping Sedoso kanthi mas kawin kasebat kabayar kenceng," ujar BPH Kusumo Bimo Bimantoro menjawab Mandiyo Priyo.

Sebagai mahar pernikahan, BPH Kusumo Bimo Bimantoro memberikan seperangkat alat salat dan kitab suci Alquran kepada mempelai putri.

Usai prosesi akad nikah, prosesi Dhaup Ageng dilanjutkan dengan prosesi Panggih, dimana mempelai pria yang akan dipertemukan dengan sang mempelai wanita. Sedangkan resepsi pernikahan dilangsungkan di Bangsal Sewotomo, Kagungan Dalem Pura Pakualaman pada pukul 11.00 WIB.

Rekomendasi