Satu Warga Meninggal Akibat Angin Kencang Terjang Kota Banjar
Merdeka.com - Angin kencang mengakibatkan satu warga meninggal dunia di Kota Banjir, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (31/1). Peristiwa itu terjadi pukul 16.30 WIB, bersamaan dengan hujan lebat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melaporkan empat desa terdampak angin kencang, yakni Desa Bojongkantong, Rejasari, Kujangsari dan Waringinsari.
"Selain satu warganya meninggal dunia, sebanyak 99 KK lain terdampak kejadian ini," kata Abdul melalui keterangan tertulis, Rabu (2/2).
Sebanyak 99 rumah mengalami kerusakan. Dengan rincian, rumah rusak berat 16 unit, rusak sedang 34 unit, dan rusak ringan 49 unit.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas ibadah 1 unit dengan tingkat sedang, fasilitas pendidikan rusak berat 1 unit dan pondok pesantren 1 unit rusak sedang.
"Meskipun ditemui sejumlah kerusakan di sektor pemukiman, BPBD setempat menginformasikan tidak ada warga yang mengungsi," ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar dan sejumlah unsur telah melakukan penanganan darurat untuk membantu warga yang terdampak. Seperti evakuasi warga yang meninggal dunia, pembersihan puing material bangunan yang rusak, pemangkasan ranting pohon serta pohon tumbang.
Tim gabungan terdiri dari BPBD, TNI, Polri, PMI, Tagana, Jaber, aparat desa, warga serta dinas terkait di Kota Banjar.
Angin Kencang di Sukabumi
Kejadian serupa juga melanda Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (31/1) pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini berlangsung saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kampung Pasir Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok.
Sebanyak 10 KK terdampak kejadian tersebut. BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan pendataan mengenai dampak angin kencang.
Data sementara pada Selasa (1/2) menyebutkan, sejumlah keluarga mengungsi ke rumah warga yang lebih aman. Tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka akibat peristiwa ini.
BPBD mencatat 10 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berat. Petugas BPBD dan unsur terkait lain membantu warga yang rumahnya rusak berat untuk mengungsi sementara waktu ke tetangga terdekat.
Menyikapi fenomena angin kencang yang berlangsung saat hujan lebat terjadi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga. Upaya pencegahan dan mitigasi menghadapi angin kencang dapat dilakukan dengan pemangkasan ranting pohon yang ada di sekitar rumah warga maupun ruang publik.
Sementara di saat terjadi angin kencang, warga diharapkan untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh. Hindari berteduh di bawah pohon atau di sekitar papan reklame.
Berdasarkan peringatan dini cuaca pada hari ini, secara umum di wilayah Provinsi Jawa Barat masih berpeluang hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang. Sementara itu, pantauan cuaca di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, dan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, berpeluang hujan dengan intensitas sedang pada hari ini.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya