Pulang Kampung, Mahasiswa Kedokteran Tewas Tenggelam di Sungai Kutai Timur

Keterangan diperoleh, korban ditemukan mengambang di sungai sekitar pukul 10.52 WITA. Lokasinya tidak begitu jauh dari lokasi perkiraan dia tercebur di sungai.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Pulang Kampung, Mahasiswa Kedokteran Tewas Tenggelam di Sungai Kutai Timur
Proses evakuasi korban di Sungai Sangkulirang. ©BASARNAS

Ijay (20), yang tinggal di Desa Sakka di Sangkulirang, kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur ditemukan tewas mengambang di sungai Sangkulirang pagi tadi. Korban diduga tercebur di sungai tiga hari lalu. Dia diketahui mahasiswa kedokteran yang sedang pulang kampung.

Keterangan diperoleh, korban ditemukan mengambang di sungai sekitar pukul 10.52 WITA. Lokasinya tidak begitu jauh dari lokasi perkiraan dia tercebur di sungai.

"Korban ditemukan SAR gabungan sekitar 10 meter dari LKP (Last Know Position), menuju ke arah hilir sungai Sangkulirang. Jadi, setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta, Jumat (26/2).

Sementara, Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto menambahkan, peristiwa di perairan Sangkulirang itu terjadi Rabu (24/2) pagi lalu.

"Kejadiannya jam 11 pagi. Dari keterangan saksi, korban terjatuh dari kapal feri penyeberangan motor di perairan Sangkulirang. Setelah dilaporkan ke Polair Sangkulirang kemudian diteruskan ke Basarnas Kutai Timur," kata Octavianto.

Octavianto menerangkan, Polair dan pos Lanal Sangkulirang, sudah melakukan penyisiran di hari kejadian. Namun korban belum ditemukan.

"Tim rescue Basarnas pos SAR Kutai Timur diterjukan untuk operasi SAR pencarian korban. Korban berhasil ditemukan pagi ini," tambah Octavianto.

Informasi tim Basarnas di lapangan, korban diketahui adalah mahasiswa kedokteran, yang sedang pulang ke kampung halamannya di Desa Sakka.

"Jadi, setelah korban ditemukan, operasi SAR ditutup dan semua unsur SAR kembali ke kesatuan masing-masing, dan kembali bersiaga," tutup Octavianto.

Rekomendasi