Proyek tak masuk akal LRT menurut Prabowo dan Fahri Hamzah
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah secara kompak mengomentari pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang tengah di bangun di dua kota Indonesia, Jakarta dan Palembang. Kedua tokoh politik ini menduga ada beberapa kejanggalan dalam proyek tersebut.
Kedua tokoh ini bahkan membeberkan beberapa kejanggalan yang dianggapnya tidak masuk dalam proyek LRT. Apa saja itu?
Biaya pembangunan LRT sangat mahal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai biaya pembangunan LRT di Indonesia sangat mahal. Padahal berdasarkan data yang dimilikinya, biaya pembangunan untuk LRT di dunia saja hanya berkisar USD 8 juta/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 24,5 km, biayanya hampir Rp 12,5 triliun atau USD 40 juta/km.
Dengan nilai yang tinggi tersebut, Prabowo menuding ada penggelembungan nilai atau mark-up dalam proyek tersebut. "Coba bayangkan saja berapa mark up yang dilakukan pemerintah untuk 1 km pembangunan LRT. Jika USD 8 juta itu saja sudah mendapatkan untung, apalagi kalau USD 40 juta," kata Prabowo saat sambutan dalam acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis (21/6).
Pembangunan tiang pancang LRT
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBukan hanya Prabowo, Fahri Hamzah juga turut mengomentari pembangunan LRT. Dia curiga ada keganjilan dengan pembangunan LRT. Keganjilan itu karena pembangunan tiang pancang LRT terlalu tinggi. "Saya memang melihat ganjil itu LRT yang tiangnya tinggi-tinggi itu. Kenapa bikin LRT tiangnya tinggi-tinggi, ya kan," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/6).Terkait tudingan tersebut, pemerintah melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin menjelaskan, konstruksi LRT sengaja dibuat dengan tiang panjang dan tinggi guna menyesuaikan dengan kontur tanah dan kondisi perlintasan jalan yang dilalui jalur LRT. Ini agar pengoperasian LRT nantinya tidak mengganggu lalu lintas. "Yang pasti terkait operasional karena kelerengan harus tertentu, dia kan banyak perlintasan-perlintas sehingga harus diangkat," kata Ridwan.
Bikin biaya membengkak
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKemudian Fahri heran pemerintah tidak membuat LRT di bawah tanah. Sebab, menurutnya, pembangunan tiang pancang yang tinggi akan membuat biaya membengkak. "Bikin saja LRT di bawah tanah. Supaya enggak perlu ada biaya tiang. Tiangnya segini, mahal banget gitu. Curiga saya itu. Orang curiga, saya juga curiga," terangnya.Lebih lanjut, Fahri mendengar informasi soal adanya analisis pembangunan tiang pancang LRT yang tinggi tidak diperlukan. "Nah dugaan saya itu, saya mendengar juga kalau ada yang mengatakan pada peninggian tiang itu sebenernya ada analisis kalau itu tidak diperlukan di situ lah terjadi tambahan biaya," tegas Fahri.Atas dugaan ini, Fahri mengusulkan agar pembangunan LRT diaudit. "Saya begini ya pertama itu harus dicari sumbernya. Yang kedua kembangkan lah audit," tandas Fahri.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya