Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Sumbar memakamkan jenazah diduga korban tabrak lari di jalan lintas Bypass-Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Polda Sumbar Kompol Tasrif saat ditemui merdeka.com di bilangan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang menyatakan, bahwa jika tak ada pihak keluarga yang mendatangi rumah sakit atau polisi, maka jenazah akan pemakaman.
"Kita makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Air Dingin yang berada di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Ini juga berlaku bagi jenazah tanpa identitas lainnya," ucapnya kepada merdeka.com, Kamis (5/7).
Polisi telah melakukan serangkaian identifikasi terhadap jenazah yang saat ditemukan sudah berlumuran darah, dengan kondisi wajah hancur. "Serangkaian pemeriksaan, seperti uji DNA dan post mortem terhadap korban ini," tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Koto Tangah Kompol Joni Darmawan mengaku tidak mengenali jenazah yang tergeletak di pinggir jalan lintas Kota Padang tersebut. "Kita tidak menemukan tanda pengenal dari korban selain hanya mayat tergeletak saja," katanya.
Dia tidak bisa berkomentar terkait penyebab kematian pria tanpa identitas tersebut. "Karena tidak ada saksi kunci yang melihat langsung peristiwa tersebut dan kendaraan yang digunakan oleh pelaku. Hanya saja ada dua kemungkinan, korban tabrak lari atau pembunuhan, itu yang sedang kita dalami sekarang," katanya.
Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat ditemukan di Lubuk Minturun, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto (KPIK). Saat ditemukan, jenazah berada dalam posisi telungkup dengan wajah hancur.
"Mayat ini ditemukan di jalan Bypass-Lubuk Minturun, atau tidak jauh dari perempatan, sekitar 15 meter dari lampu pengatur jalan raya," ucap staf Humas Kantor SAR Padang, Arief Pratama kepada merdeka.com di lokasi kejadian.