Presiden Jokowi: Isolasi Terpusat Kunci Menekan Angka Kematian Covid-19
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti tingginya angka kematian di Jawa Timur mencapai 7,1%. Dia menduga penyebab kematian tersebut lantaran para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri tidak segera di bawa ke isolasi terpusat.
"Hati-hati di Jawa Timur tinggi sekali 7,1%. Hati-hati tinggi sekali. Ini tinggi sekali. Penyebabnya menurut saya kemungkinan yang isoman tidak segera masuk ke isoter. Sehingga saat dibawa ke rumah sakit sudah pada posisi terlambat. Saturasinya sudah turun baru dibawa ke rumah sakit, terlambat," ungkapnya memberikan arahan kepada para Forkopimda seluruh Jawa Timur di Madiun, Jawa Timur dalam akun Youtube sekretariat presiden yang baru diunggah pada Jumat (20/8).
Kedua, Jokowi menduga pasien yang terpapar memiliki komorbid. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta bupati, wali kota agar mempersiapkan isolasi terpusat dengan baik sehingga bisa menekan angka kematian di Jawa Timur.
"Sehingga sekali lagi isolasi terpusat itu betul-betul menjadi kunci baik untuk penyebaran juga untuk menekan angka kematian. Saat dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah berat, ini hati-hati," ungkapnya.
Jokowi juga meminta para unsur pemerintah maupun TNI dan Polri di daerah mengerti betul detail di lapangan terkait penanganan Covid-19. Dengan menguasai kondisi di lapangan, langkah antisipasi dan respons yang tepat terhadap perubahan situasi bisa segera dilakukan.
"Jangan sampai kita enggak tahu posisinya, kemudian virusnya masuk, baru kita grobyakan. Ini jangan sampai terjadi," katanya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya