Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi tunggu hasil labfor terkait penyebab kebakaran kapal ikan di Pelabuhan Benoa

Polisi tunggu hasil labfor terkait penyebab kebakaran kapal ikan di Pelabuhan Benoa Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Polisi memeriksa 14 saksi terkait kebakaran 40 kapal ikan di dermaga barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Senin (9/7) dini hari kemarin. 14 saksi itu merupakan pihak dari KM Cilacap Jaya Karya milik PT AKFI yang merupakan awal kebakaran puluhan kapal ikan tersebut.

"Kita sudah memeriksa saksi-saksi, ada yang dari Nahkoda, Wakil nahkoda kemudian yang lainnya Anak Buah Kapal (ABK). Kita juga sudah memanggil Labfor untuk mengetahui sebab terjadinya kebakaran. Ada 14 saksi yang kita periksa dan dari hasil penyelidikan, nanti akan disampaikan oleh Labfor bagaimana semua kejadiannya," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo, saat ditemui di Mapolresta Denpasar, Selasa (10/7).

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran termasuk dugaan api muncul dari mesin kapal tersebut.

"Walaupun kemarin katanya dari mesin, kita belum bisa menjustis bahwa itu memang dari mesin. Karena itu belum ahlinya yang mengatakan. Dari keterangan saksi, ada yang menyampaikan bahwa ada dari mesin untuk menyalakan lampu. Kemudian untuk menanak nasi. Namun untuk pemeriksaannya saya belum bisa menyampaikan hasilnya. Karena penyampain dari nahkodanya untuk menyalakan mesin tersebut karena persiapan untuk berangkat," ujar dia.

Hadi membenarkan, bahwa awal munculnya api dari KM Cilacap Jaya Karya. Terkait ada unsur kesengajaan atau tidak itu masi dalam penyelidikan.

"Kapal Cilacap Jaya Karya, awal api muncul dari situ. Namun kita dalami dulu, apa benar itu ada kesengajaan, atau terjadi kebakaran karena faktor human eror. Kalau memang ada kesengajaan, otomatis pembakaran. Pasti terkena pasal KUHP," kata dia.

Dia mengatakan, sejauh ini belum ada yang mengungkapkan dari pihak perusahaan tentang kerugian kapal ikan yang terbakar itu.

"Untuk labfor kemarin sudah turun penyelidikan dan sampai sekarang. Karena itu (Penyelidikan) tidak bisa sehari dua hari. Bisa sampai seminggu dia datang bolak-balik. Kalau Labfor fokusnya di sana, apa saja penyebabnya, nantinya akan diketahui yang Cilacap Jaya Karya," katanya.

Selain itu, dia menjelaskan terkait banyaknya kapal yang tidak beroperasi atau pasif di Pelabuhan Benoa tersebut, karena menunggu perizinan dari Dirjen Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP).

"Untuk kapalnya memang semua berizin (yang tebakar), memang ada yang berkaitan dengan perizinan. Setelah saya dapat informasi, bahwa kapal-kapal disana menunggu izin dari Dirjen Kelauatan dan Perikanan," ujarnya.

"Di sana itu ada sampai sekitar 600 dan 700 kapal yang menunggu izin keluar. Ada yang sudah keluar, ada yang belum, dan lebih banyak yang belum daripada yang sudah," tukasnya.

Menurutnya, banyaknya kapal yang tidak beroperasi atau pasif karena menunggu izin dari KKP. Sehingga, membuat ratusan kapal mangkrak di Pelabuhan Benoa Bali.

"Jadi untuk mengeluarkan izin memang terlalu lama, dan ini mohon dari Pemerintah apalagi ini berkaitan dengan perizinan. Karena kapal itu terlau lama disitu. Akhirnya menimbulkan istilahnya, ada yang kongslet,apabila terbakar maka seluruhnya atau di sampingmya akan terbakar juga," ujarnya.

Ke depan, kepolisian mengumpulkan pihak-pihak terkait, mulai dari Pelindo, KSOP dan KKP untuk kejadian kebakaran hebat tersebut agar tidak terulang lagi di Pelabuhan Benoa Bali.

"Kita akan mengumpul pihak terkait, termasuk dari pihak Pelindo, Syahbandar dan dari Kelautan dan Perikanan. Bagaimana cara untuk menanggulangi kebakaran ini dan jangan sampai terjadi lagi," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP