Polisi Sedang Tidur Ditusuk 9 Kali, Senjata Laras Panjang Dibawa Kabur

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengungkapkan, dugaan awal penusukkan dilatarbelakangi perselisihan. Sebab, para pelaku dan korban saling mengenal dan sempat makan bersama sore hari sebelum kejadian.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Polisi Sedang Tidur Ditusuk 9 Kali, Senjata Laras Panjang Dibawa Kabur
Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Seorang polisi berinisial AM (35) dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang usai ditusuk sembilan lobang oleh dua temannya. Tak hanya kritis, korban juga kehilangan sepucuk senjata api laras panjang jenis V2.

Peristiwa itu terjadi saat korban tertidur di kamar kos di Perumahan Ogan Permai Genteng Hijau di Jalan Gubernur HA Bastari, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Minggu (14/6) dini hari. Sebelumnya, kedua pelaku telah lebih dulu berada di kamar ketika korban baru pulang dinas.

Anggota Pamobvit Mapolrestabes Palembang itu mengalami luka di perut dan punggung. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit sedangkan kedua rekannya membawa kabur senjata laras panjang.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengungkapkan, dugaan awal penusukkan dilatarbelakangi perselisihan. Sebab, para pelaku dan korban saling mengenal dan sempat makan bersama sore hari sebelum kejadian.

"Diduga karena perselisihan, bukan perampokan. Korban ditusuk para pelaku sedang tidur, dia mengenali keduanya," ungkap Supriadi, Senin (15/6).

Polisi Buru Pelaku

Dikatakannya, penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang dibantu Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel tengah memburu kedua pelaku. Pihaknya

Selain itu, terkait senjata laras panjang jenis V2 yang diduga dibawa oleh kedua pelaku saat ini masih didalami petugas. Tim gabungan dari Jatanras Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang telah diturunkan untuk mengejar kedua tersangka. Sementara kabar senjata api laras panjang yang hilang masih dilakukan pelacakan.

"Identitas para pelaku sudah dikantongi, penyidik masih mengejarnya. Jika tertangkap baru diketahui motif penganiayaan itu," pungkasnya.

Rekomendasi