Perampokan di Minimarket Duren Sawit, 3 Pelaku Ditangkap dan 1 Kabur

Satu pelaku meninggal dunia dalam perjalanan ke RS.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Perampokan di Minimarket Duren Sawit, 3 Pelaku Ditangkap dan 1 Kabur
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Aksi perampokan terjadi di Alfamart di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur pukul 03.00 WIB. Perampokan diduga dilakukan oleh empat orang pelaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, perampokan itu diketahui oleh polisi saat sedang melakukan patroli di kawasan tersebut.

"Sekitar pukul 03.00 WIB mencurigai ada sebuah mobil Avanza di depan Alfamart. Kemudian ditegur oleh patroli Reskrim Polsek Duren Sawit," kata Yusri saat dikonfirmasi, Kamis (16/4).

Saat pelaku di dalam mobil ditegur, tiba-tiba pelaku atas nama inisial A (DPO) langsung menyalakan mesin mobil tersebut dan menginjak gas hampir menabrak petugas.

"Kemudian dari situ tim menyelidiki, mencurigai di tempat parkir mobil tersebut ada Alfamart. Mencurigai karena ada gembok yang patah pada saat itu," ujarnya.

"Kemudian setelah berupaya masuk ke dalam, tiba-tiba muncul 3 orang yang sudah membawa barang hasil curian. Mereka sudah berupaya mencuri Alfamart tersebut, sebagian barang sudah dimasukkan ke dalam kendaraannya," sambungnya

Seorang pelaku inisial YS mengeluarkan sebilah parang dan mencoba melukai petugas yang akan menangkap mereka. "Sehingga dengan tindakan tegas terukur dengan standar operasional yang ada setelah dilakukan tembakan peringatan tetap melawan petugas, dilakukan penembakan ke yang bersangkutan ya," jelasnya.

Polisi langsung membawa pelaku ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, satu pelaku meninggal dunia dalam perjalanan.

"Kemudian yang 2 berhasil diamankan. Yang 1 tertembak kemudian dilarikan ke rumah sakit, ditengah jalan yang bersangkutan meninggal dunia. Jadi ada 4 pelaku, yang 1 DPO sudah dikantongi identitasnya inisialnya A. Yang dua ini AA berhasil ditangkap, AR juga ditangkap dan YS yang meninggal dunia," ungkapnya.

Kini, polisi sedang memburu satu orang DPO yang melarikan diri saat kejadian perampokan tersebut. Pengembangan dilakukan untuk mengetahui apakah para pelaku merupakan residivis atau bukan.

"Ini akan kita dalami untuk melakukan pengejaran kepada salah satu DPO inisialnya A. Kita juga akan bongkar apakah pelaku-pelaku ini residivis atau emang spesialis perampokan di tempat-tempat lain, ini masih kita dalami semua," ucapnya.

Yusri menyebut, satu pelaku yang tertembak merupakan kelompok Lampung. Hal itu terbukti dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik pelaku yang beralamat di Lampung.

"Kita amankan dan satu yang tertembak ini adalah kelompok lampung. Mereka semua KTP beralamat Lampung, ini masih kita dalami, apakah memang kelompok ini sering beraksi di Jakarta. Nanti kita dalami semua, setelah kita lakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Kedua yang masih diamankan ini AA sama AR," sebutnya.

Atas kejadian ini, Alfamart mengalami kerugian sebesar Rp150 juta. Jumlah tersebut terhitung dari total barang-barang yang sudah mereka ambil saat melakukan perampokan.

"Barbuk diamankan barang hasil curian saat itu. Total kerugian sekitar Rp150 juta dari Alfamart. Banyak barbuk yang diambil, termasuk barang-barang yang ada di dalam Alfamart. Karena total yang dihitung sementara oleh pihak Alfamart total yang diambil sekitar hampir Rp150 juta, itu barang-barang semua," tutupnya.

Rekomendasi