Ketua RT 08 RW 04, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol, Petamburan Sukarno menyaksikan langsung saat petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek diskotek MG di kawasan Jl Tubagus Angke, Jakarta Barat, akhir pekan lalu. Sudah lama diskotek itu beroperasi.
"Kalau beroperasi sudah cukup lama, istilah kata udah dibilang puluhan tahun ya. Puluhan tahun," ujarnya saat ditemui, Senin (18/12).
Sukarno menuturkan, sebelum dilakukan penggerebekan, petugas BNN sudah lama menyelidiki praktik pembuatan narkoba di dalam diskotek itu. Berbulan-bulan petugas BNN mengawasi dari dekat. Itu diketahui Sukarno setelah salah seorang petugas BNN menceritakannya.
"Jadi sebelum digerebek, anggota BNN nyamar jadi pegawai selama tiga bulan, itu untuk cari tahu pasokan (narkoba) dari mana. Ternyata enggak ada pasokan dari luar (diskotek). Baru tahu ada di lantai empat itu, barulah kemarin digerebek," jelasnya.
Sukarno tak menyangka diskotek yang saban hari memutar musik dangdut itu ternyata pabrik sabu dan ekstasi. Warga sama sekali tidak menaruh kecurigaan.
"Kalau saya perhatikan tidak ada yang berbeda. Ya seperti diskotek pada umumnya, siang tutup malam baru buka. Jujur, saya tidak menyangka kalau ternyata di dalamnya ada laboratorium pembuatan narkoba. Tapi setelah adanya kabar pabrik narkoba, saya justru langsung setuju saja kalau tempat ini ditutup. Saya akan bantu kepolisian dan BNN untuk bisa menjauhkan narkoba dari lingkungan kami," ucap Sukarno.
Advertisement