Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pencarian dihentikan, keluarga korban yang belum ditemukan pasrah

Pencarian dihentikan, keluarga korban yang belum ditemukan pasrah Keluarga korban AirAsia di Juanda. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Hari ini, Selasa (3/3), sekitar pukul 13.45 WIB, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo resmi menghentikan operasi pokok pencarian korban AirAsia yang mengalami peristiwa nahas pada 28 Desember 2014 lalu. Pihak keluarga korban yang belum ditemukan, menyatakan pasrah terhadap keputusan tersebut.

Ini disampaikan beberapa keluarga korban yang hadir dalam pertemuan tertutup di Gedung Mahameru Polda Jawa Timur dengan pihak Basarnas dan Polda Jawa Timur. Salah satunya adalah Tiyas, istri salah satu korban yang belum berhasil ditemukan sampai hari ini.

"Waktunya sudah cukup panjang. Sudah dua bulan lebih. Saya istri dari salah satu penumpang yang belum ditemukan sampai hari ini. Saya di sini juga mewakili keluarga saya, kita, semua keluarga terima dengan kenyataan yang terjadi atas diri suami saya," katanya pasrah usai menggelar pertemuan tertutup dengan Basarnas.

Pun begitu Dwi Yanto, ayah dari Bima Ali Wicaksana warga Surabaya, yang turut menjadi korban AirAsia. Dwi mengaku pasrah atas nasib anaknya itu.

"Kami sekeluarga sudah pasrah. Usaha Basarnas sudah maksimal. Selama dua bulan pencarian, mereka (Basarnas) sudah berupaya maksimal. Jika memang dihentikan, saya pasrah. Ya ucapkan terima kasih kepada Basarnas yang selama ini telah membantu. Dan Alhamdulillah, jika mereka masih mau dan memberi waktu tambahan tujuh hari untuk melakukan pencarian terakhir," ucapnya dengan nada sedikit tertahan.

Sementara itu, Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo menyampaikan, selama dua bulan, Tim SAR gabungan telah melaksanakan tugasnya secara maksimal. "Kita sampaikan kepada seluruh keluarga korban dengan sejumlah bukti-bukti berupa rekaman video. Hingga hari ini, kita sudah melaksanakan tugas dengan maksimal," kata Bambang.

Dia juga mengungkap, saat menggelar pertemuan hari ini dengan pihak keluarga korban, pihaknya memberi waktu kepada seluruh keluarga korban, untuk menyampaikan harapan-harapannya.

"Kemudian harapan-harapan itu kita padukan dengan kenyataan serta analisa-analisa. Dengan melihat kondisi yang ada saat ini, maka kita menyepakati untuk menghentikan operasi pokok pencarian," sambungnya.

Meski begitu, Bambang berjanji akan memberi waktu tambahan selama tujuh hari untuk kembali melakukan pencarian. "Setelah jedah waktu istirahat ini, Senin depan (9/3), kita akan memberi waktu tambahan selama tujuh hari atau selama satu minggu untuk melakukan pencarian. Nanti akan kita lihat perkembangannya," janjinya.

Seperti diketahui, hingga lebih dari dua bulan pencarian korban AirAsia sejak diketahui hilang kontak pada 28 Desember 2014 lalu, jumlah korban yang berhasil ditemukan ada 104 peti jenazah, baik body (badan utuh) maupun body parts (potongan tubuh).

Rinciannya, 94 nama berhasil dikenali, satu body parts teridentifikasi non human, tiga body parts diketahui satu nama korban dan dua potongan tubuh juga dikenali satu orang, sehingga total peti jenazah yang teridentifikasi ada 97 body maupun body parts (tidak termasuk non human).

Sementara enam peti jenazah lain, hingga saat ini belum berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Dengan demikian, dari 162 penumpang AirAsia, termasuk tujuh awak pesawat yang belum berhasil ditemukan ada 63 orang. Ini berdasarkan hitungan jumlah yang teridentifikasi dan sisa jenazah yang belum dikenali.

Baca juga:

Kadal 'main' gitar karya fotografer Indonesia hebohkan media asing

Pengusaha Indonesia yang masuk daftar jajaran orang terkaya di dunia

Proyek 'siluman' bernilai fantastis berseliweran di APBD 2015

Smartphone paling aman di dunia lahir, siap 'bunuh' BlackBerry

Derita Jelita, si miskin sakit terlantar & dituding cari sensasi

Laga Rusuh, FA Denda Chelsea Dan Everton

Jangan lewatkan:

Kisah istri Komandan Kopassus jual minyak buat tambah uang belanja

Dilepas KPK, ditolak kejagung, Komjen BG bebas di tangan Bareskrim?

Di bawah pimpinan Ruki KPK keok lawan Komjen BG

Gandeng PPATK, Ahok akan ungkap gaya hidup mewah anggota DPRD

Begini wujud Hiu 'vampir' Goblin yang ditemukan di New South Wales (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP