Pemkot Semarang segel 350 kios di 44 pasar karena diperjualbelikan

Pemkot Semarang segel 350 kios di 44 pasar karena diperjualbelikan. Kepastian perintah penyegelan tersebut diungkapkan wali kota yang akrab disapa Hendi setelah menghadiri diskusi 'Revitalisasi Pasar Tradisional' di Hotel Wimarion, Tegalsari, Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (1/3) pagi.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Pemkot Semarang segel 350 kios di 44 pasar karena diperjualbelikan
Ilustrasi kios. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Guna menghidupkan kembali pasar-pasar di Kota Semarang, Jawa Tengah Walikota Semarang, Hendrar Prihadi meminta Dinas Perdagangan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk menyegel 350 kios pada 44 Pasar di Kota Semarang, Jawa Tengah.Langkah itu diambilnya karena banyak pasar di Kota Semarang dalam kondisi sepi dan kios yang dibangun oleh Pemkot Semarang justru tidak digunakan untuk berjualan. Pemkot Semarang bahkan mengindikasi adanya praktik jual-beli atau sewa menyewa pada 350 kios tersebut. Kepastian perintah penyegelan tersebut diungkapkan wali kota yang akrab disapa Hendi setelah menghadiri diskusi 'Revitalisasi Pasar Tradisional' di Hotel Wimarion, Tegalsari, Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (1/3) pagi."Semangatnya bukan hanya membangun tetapi membangunkan pasar rakyat, sehingga jangan sampai upaya kami ini justru tidak didukung oleh pedagang, kesannya Pemerintah jadi bertepuk sebelah tangan," terang Walikota yang akrab disapa Hendi."Dengan perintah penyegelan ini harapan kami nantinya kios-kios tersebut dapat digunakan pedagang yang berhak, sehingga pasarnya jadi lebih ramai," ucapnya.Hendi juga menegaskan bahwa sampai saat ini sudah ada 16 pasar rakyat di Kota Semarang yang direvitalisasi.Ke-enam belas pasar tersebut adalah RPU Penggaron, Pasar Jrakah, Pasar Rasamala, Pasar Surtikanti, Pasar Genuk, Pasar Rejomulyo, Pasar Klithikan, Pasar Sampangan, Pasar Kembang Kalisari, Pasar Peterongan, Pasar Pedurungan, Pasar Dargo, Pasar Purwogondo, Pasar Waru, Pasar Suryokusumo dan Pasar Bulu."Sementara untuk tahun 2017 beberapa pasar rakyat akan kita revitalisasi, di antaranya Pasar Srondol dengan anggaran 12 miliar yang saat ini sedang tahap lelang," ungkapnya.Kemudian, beber Hendi, Pasar Klithikan di Kawasan Kota Lama Semarang lanjutan dengan anggaran Rp 15 miliar masih dalam tahap proses lelang."Selanjutnya, Pasar Johar sementara di MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah) tahap dua dengan anggaran 19,3 miliar yang masih dalam tahap negosiasi lahan dan Pasar Waru dengan anggaran Rp 18,5 miliar yang saat ini dalam tahap review DED karena peristiwa kebakaran pada November 2016 lalu", imbuhnya.Hendi menjelaskan, yang perlu digarisbawahi di sini adalah dirinya mengaku berkomitmen untuk melakukan revitalisasi pasar tanpa melibatkan investor."Hal ini agar pedagang tidak terbebani oleh biaya-biaya penempatan dan lainya ketika masuk kembali setelah pasar tersebut selesai dibangun," jelas politisi PDIP ini.Hendi menambahkan jika upaya revitalisasi pasar yang dilakukannya tersebut sejalan dengan program revitalisasi pasar Presiden Jokowi."Seperti diketahui bahwa Presiden Jokowi telah menargetkan akan melakukan revitalisasi 5000 pasar tradisional di Indonesia," pungkasnya.

Rekomendasi