Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembacokan KH Zaenuri di Kendal murni perampokan, pelaku tidak stres

Pembacokan KH Zaenuri di Kendal murni perampokan, pelaku tidak stres borgol. shutterstock

Merdeka.com - Proses hukum terhadap pelaku pembacokan KH Zaenuri dan menantunya, Agus Nurus Sakban akan tetap dilanjutkan. Dari hasil pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan tim kesehatan Polda Jateng, diketahui pelaku Suyatno alias Bogel (34) dalam kondisi sehat.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan pelaku tidak dalam kondisi stres atau depresi saat melakukan aksinya. "Psikologi dicek, S alias Bogel bisa pertanggungjawabkan perbuatannya, tidak gila," tegas Condro di Mapolda Jateng, Rabu (21/3).

Menurut Condro, aksi yang dilakukan Suyatno murni kriminal dan tidak tersangkut jaringan manapun. Tujuan pembacokan tersebut adalah ingin merebut tas di dalam mobil korban. Pelaku yang bekerja sebagai pengamen, kesulitan ekonomi sejak bercerai dengan istrinya pada 2012 harus menghidupi seorang anak.

"Pelaku adalah pengamen yang sehari-harinya di pasar. Kondisi ekonomi memprihatinkan, punya anak satu putus sekolah, tidak punya pekerjaan, ini faktor ekonomi," jelasnya. Condro mengatakan Suyatno akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Pembacokan yang menimpa KH Zaenuri dan menantunya, Agus Nurus Sakban terjadi Sabtu (17/3) di Desa Truko Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Saat itu, pelaku yang bernama Suyatno hendak mencuri tas istri Sakban namun mendapat perlawanan.

Dia lalu membacok Sakban. Mendengar ada ribut-ribut, Zaenuri yang berada di dalam rumah keluar. Namun malah turut menjadi korban pembacokan. KH Zaenuri adalah Ketua Ranting NU Desa Truko.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP