Tersangka AS menusuk warga Cipulir Mazanit Afandi dengan pisau dapur yang baru dibelinya. Tersangka AS mengaku membunuh saudara sepupunya karena kesal tak pernah mau jika diminta sesuatu."Sakit hati, masalah bayar kopi, kadang kalau disuruh enggak mau, masih saudara," ungkap tersangka AS di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (18/9).Sementara itu, Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Riftazudin mengatakan tersangka AS membunuh saudara sepupunya di bagian leher dengan menggunakan pisau. Pelaku AS menusuk korban hingga pisau bengkok."Jadi pelaku menusuk korban pakai pisau diputar-putar sampai pisau bengkok dan patah," kata dia.Menurut dia, pelaku AS menusuk korban saat sedang tidur pulas pada Kamis (17/9) sekitar pukul 04.00 Wib. Sebelumnya, keduanya makan bersama di warung kopi, Rabu (16/9) sekitar pukul 20.00 Wib."Korban saat ditusuk masih sadar, baru meninggal saat di Rumah Sakit Permata Hijau. Korban sempat teriak minta tolong dan saksi membawanya," kata dia.Dia menambahkan, kasur yang ditempati oleh korban penuh dengan darah. Selain itu, pelaku meninggalkan handphone dan pisau di tempat kejadian perkara.Atas kejadian tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti handphone dan pisau. Pelaku dikenakan pasal 351 dan pasal 338 KUHP penganiayaan dan kekerasan dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun.
Pelaku tusuk saudara sepupu di leher hingga pisau patah
"Sakit hati, masalah bayar kopi, kadang kalau disuruh gak mau, masih saudara," ungkap tersangka AS.
Advertisement
Rekomendasi