Generasi penerus bangsa harus merawat persatuan, keadilan dan musyawarah di tengah keberagaman. Jangan sampai mudah diadu domba oleh kelompok-kelompok ingin ciptakan kegaduhan.
"Sudah tugas kita sebagai generasi penerus bangsa menjaga warisan kemerdekaan ini dari para pendiri bangsa. Dengan menjaga NKRI, Pancasila dan UUD 1945, inilah perekat seluruh elemen bangsa," kata Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ali M. Abdillah di Jakarta, Rabu (10/3).
Menurutnya, kalau ada pihak memiliki pemikiran ingin mencoba sebuah ideologi yang sebenarnya hanya imajinasi sangat berbahaya sekali. Dia tak ingin bangsa Indonesia dibuat sebagai uji coba karena berisiko tinggi.
"Pancasila inilah sebagai pemersatu bangsa, semua agama diberikan kebebasan untuk menjalankan perintah agamanya masing-masing tanpa saling mengganggu," kata Ali.
Oleh karena itu, menurutnya, Pancasila ini adalah model Piagam Madinah yang dicetuskan oleh para ulama dan para pendiri bangsa Indonesia. Karena semua umat beragama, suku, semua dinaungi di bawah NKRI.
Sistem dalam Piagam Madinah adalah yang menghormati kebhinekaan, menghormati kelompok lain. Karena itu, lanjutnya, kalau belajar dari sikap Nabi setelah Isra dan Miraj kemudian membangun kota Madinah dengan Piagam Madinah, artinya nabi meletakkan dasar berbangsa dan bernegara yang bisa mengayomi semua anak bangsa baik yang berbeda agama maupun berbeda suku.
"Konsep yang dilakukan oleh Rasulullah yaitu, konsep Piagam Madinah yang dalam konteks Indonesia ini kemudian diadopsi dengan bentuk Pancasila," tandasnya.