Ormas datangi Ponpes waria di Yogya untuk klarifikasi fiqih waria

Shinta Ratri, pengasuh pondok pesantren waria menjelaskan jika isu fiqih waria itu datang dari media panjimas.com.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Ormas datangi Ponpes waria di Yogya untuk klarifikasi fiqih waria
Pesantren waria. ©2014 Merdeka.com/kresna

Pihak Kepolisian dari Polsek Banguntapan mendatangi pondok pesantren waria menyusul ancaman yang beredar. Belasan polisi bersenjata lengkap mendatangi lokasi dan mengecek kondisi ponpes tersebut.Kapolsek Banguntapan, Kompol Suharno menjelaskan pihaknya mendatangi karena mendapat laporan dari pengasuh pondok pesantren waria, Shinta Ratri terkait ancaman tersebut."Kami tadi menerima laporan, lalu saya langsung tindak lanjuti cek lapangan. Ini wilayah saya, jadi harus saya amankan," katanya pada wartawan, Jumat (19/2).Polisi pun kemudian masuk ke pesantren waria melalui pintu belakang bersama beberapa warga. Pihaknya berjanji akan memberikan pengamanan hingga tidak ada lagi ancaman."Kami tidak akan hitung hari, berapa hari akan mengamankan, tapi kami akan jaga sampai kondisi aman," ujarnya.Tak lama berselang, Ormas Front Jihad Islam mendatangi pondok pesantren waria di Celenan ini. Sebelumnya mereka sempat menyebarkan pesan singkat jika akan menyegel pesantren waria tersebut.Massa FJI yang mendatangi pondok pesantren waria berjumlah sekitar belasan orang. Mereka datang dipimpin komandan FJI, Abdurahman.Saat tiba di lokasi massa hanya bertemu dengan pihak kepolisian yang berjaga, tak lama kemudian mereka membubarkan diri.Komandan FJI, Abdurahman mengatakan kedatangan mereka ke pondok pesantren waria untuk mengklarifikasi soal isu pondok pesantren waria sebagai kedok dan upaya pembuatan fiqih waria."Kami mendapat informasi jika akan ada pembuatan fiqih waria. Ini tidak sesuai dengan syariah karena itu kita datangi. Selain itu kami ingin memastikan pondok pesantren waria ini apa," katanya pada wartawan usai mendatangi pondok pesantren waria.Dia mengklaim jika pihak sudah melakukan investigasi terkait rencana pembuatan fiqih waria."Kami sudah investigasi. Kalau pesantren ini memang buat mentobatkan waria, tentu bagus. Tapi kalau tidak tentu ini masalah," terangnya.Sebelumnya Shinta Ratri, pengasuh pondok pesantren waria menjelaskan jika isu fiqih waria itu datang dari media panjimas.com. Dia mengaku ada seorang wartawan panjimas yang mendatanginya dan mewawancara. Namun dia kaget ketika membaca tulisan hasil wawancara terkait fiqih waria."Itu diplintir, saya tidak pernah bicara seperti itu. Saya percaya sama mereka karena waktu datang wawancara baik, sopan. Tapi beritanya justru diplintir," ujarnya.

Rekomendasi