Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Orang Tua Diminta Waspada, IDAI Wanti-wanti Bahaya Omicron untuk Anak

Orang Tua Diminta Waspada, IDAI Wanti-wanti Bahaya Omicron untuk Anak Covid-19 varian Omicron. ©AFP

Merdeka.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan sekitar 12 persen dari total kasus Omicron di Indonesia merupakan anak-anak. Anak-anak yang terjangkit Omicron ini didominasi berusia di bawah 14 tahun.

Anak-anak berpotensi mengalami Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) beberapa waktu setelah terpapar Covid-19. Dampak dari MIS-C tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang fatal.

"Ada beberapa kasus laporan pada dokter anak yang menerima kasus Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) bisa menyebabkan gagal jantung dan diabetes melitus, juga bisa merusak organ-organ lain," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), dalam siaran pers pada Rabu (23/2).

Piprim minta orangtua untuk waspada terhadap bahaya Covid-19 varian Omicron yang mengintai anak. "Jadi, hati-hati terhadap potensi long Covid-19 atau MIS-C yang bisa menimpa bahkan ketika swabnya sudah negatif," jelas Piprim.

Gejala Covid-19 Varian Omicron pada Anak

Piprim mengatakan kasus COVID-19 pada anak sebagian besar tanpa gejala dan gejala ringan. Pada yang gejala ringan ditunjukkan dengan batuk, pilek, badan hangat, nyeri tenggorokan. Lebih banyak yang mengeluhkan infeksi pada saluran pernapasan atas.

"Jadi, kalau saat ini anak batuk, pilek, hangat. Orangtua mesti hati-hati atau waspada, bisa ada kemungkinan tertular Omicron," kata Piprim.

Kemungkinan tertular Omicron, terlebih bila tidak jalankan protokol kesehatan ketat, memang besar saat ini. Varian Omicron memang memiliki kecepatan penularan yang tinggi, sebut Piprim.

Selain tanpa gejala dan gejala ringan ada ada juga anak yang alami kondisi berat dan alami penyakit kronis usai terpapar COVID-19.

"Jadi, jangan terlena dengan gejala ringan," katanya.

Ciri-ciri Terjadinya MIS-C pada Anak Penyintas Covid-19

Walau gejala yang terjadi relatif lebih ringan, namun infeksi COVID-19 pada anak-anak bukanlah hal yang bisa disepelekan. Pada kondisi tertentu, anak bisa mengalami long-haul COVID-19 atau MIS-C.

"Multisystem inflammatory syndrom in children (MIS-C) merupakan kondisi medis ketika bagian organ-organ tubuh pada anak mengalami peradangan, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan, akibat infeksi virus COVID-19," jelas Satgas COVID-19 IDAI Dr Yogi Prawira SpA(K), beberapa waktu lalu.

Kondisi MIS-C yang terjadi pada anak ini disebut bisa menjadi lebih baik ketika sudah menjalani perawatan medis. Sejumlah gejala yang bisa dialami seorang anak adalah:

- Kontraksi jantung yang melemah- Kulit menjadi kemerahan- Sesak napas- Siasanya otak sulit on- Saluran pencernaan mengalami efek seperti diare dan muntah- Produksi urine pada ginjal berkurang- Mata tampak kemerahan.

"Keluhan umumnya demam tapi ingat kalau ada keluhan yang gawat, segera diperiksa," ujar dokter Yogi.

Keluhan gawat tersebut antara lain kesulitan bernapas, rasa nyeri atau tertekan pada dada, kebingungan, tidak bisa terjaga atau cenderung mengantuk terus menerus, muncul kebiruan atau pucat pada kulit, kuku, atau bibir, dan rasa nyeri perut yang berat.

Pencegahan Terjadinya MIS-C

Cara terbaik untuk mencegah MIS-C tentunya adalah dengan terhindar dari infeksi COVID-19. Yogi mengungkap bahwa hal ini bisa dicapai dengan menjaga protokol kesehatan sesuai dengan standard.

“Mencegah MIS-C ini sama dengan mencegah COVID-19. Caranya tetap vaksinasi anak-anak, cegah anak dan keluarga dari COVID-19," terang dr. Yogi.

Pemantauan dari orangtua terhadap perkembangan anak yang terinfeksi COVID-19 juga penting. Pasalnya, kita tidak akan pernah tahu bagaimana sistem imun anak bekerja melawan virus di dalam tubuh mereka.

Selain itu, berdasarkan penelitian terbaru, vaksin COVID-19 terbukti dapat menekan gejala infeksi MIS-C pasca COVID-19.

"Jadi, pastikan anak-anak untuk segera melengkapi vaksinasi mereka," sarannya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP