Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mudah Kagetan, Perawat RS Siloam Korban Penganiayaan Didampingi 2 Psikolog

Mudah Kagetan, Perawat RS Siloam Korban Penganiayaan Didampingi 2 Psikolog Potongan video penganiayaan perawat di Palembang. Instagram @perawat_peduli_palembang ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Christina Ramauli (28) masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang setelah dianiaya ayah pasien, Jason Tjakrawinata (38). Perawatan dikonsentrasikan pada pemulihan psikologis.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan Subhan Haikal mengungkapkan, banyak perubahan positif ditunjukkan dari korban sejak mendapat perawatan. Bekas luka di tubuhnya mulai sembuh dan tinggal pemulihan.

"Masih dirawat di Siloam. Yang jelas lebih baik, lebam di muka dan di pipi sudah hilang, cuman bekas luka di bibir masih, dan lebam di perut masih karena agak lama hilangnya," ungkap Subhan, Kamis (22/4).

Namun, kata dia, saat ini menjadi perhatian adalah pemulihan kejiwaan korban karena mengalami trauma berat usai dianiaya. Psikologis korban mulai membaik, seperti sudah bisa tersenyum dan berkomunikasi dengan baik.

"Cuma dia sering terkejut (kagetan), mudah terkejut, masih seperti itu habis kejadian itu," kata dia.

Karena itulah, kata dia, dokter belum mengizinkan korban pulang dan bekerja kembali seperti biasa. Dua psikolog setiap harinya rutin mendampingi korban agar kembali pulih.

"Ada dua psikolog yang ditugaskan, satu dari RS Siloam dan satunya dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Sumsel. Ya, yang konsen sekarang psikisnya, memang agak lama," ujarnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP