Misteri Jenglot diteliti RSCM

Reporter : Hery H Winarno | Sabtu, 1 September 2012 07:29




Misteri Jenglot diteliti RSCM
Foto Jenglot Bantul. ©2012 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Warga Dusun Jaten, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, DIY, digegerkan dengan penemuan jenglot. Ratusan warga sekitar antusias untuk menyaksikan jenglot secara langsung.

Penemuan makhluk setinggi 12 cm itu pun membuat beberapa paranormal penasaran. Sejumlah paranormal berdatangan untuk melihat langsung jenglot yang dipajang di salah satu rumah warga itu.

Namun, jenglot yang ditemukan di Kali Progo itu dinyatakan palsu oleh si paranormal. "Mungkin milik orang korban penipuan jenglot aspal terus dibuang ke Kali Progo. Apalagi soal ilmu membedakan antara jenglot asli dan palsu kan tidak semua orang bisa memahaminya betul," ungkap Subarno salah seorang paranormal yang akrab dipanggil Kiai Bolong dalam dunia metafisika kepada merdeka.com, Selasa(28/8).

Usai menerawang, Ki Bolong menjelaskan, bentuk dari jenglot yang ada di Bantul merupakan hasil rekayasa manusia dari seekor katak yang sebelumnya dikeringkan. Usai kering, katak kemudian dimodifikasi sedemikian rupa mulai dari kepala dibentuk layaknya manusia.

Rekayasa jenglot yang dilakukan pada jenglot hampir sama dengan rekayasa yang dilakukan pada benda gaib yang hampir mirip dengan jenglot yang konon dinamai dengan Bethoro Karang atau dalam dunia klenik sering disebut BK. BK diyakini lebih ampuh dan mempunyai aura baik dibanding jenglot yang rata-rata mempunyai aura mistis buruk atau jahat.

"Selain katak yang digunakan sebagai media rekayasa ada satu lagi seekor kelelawar atau codot dalam bahasa Jawa untuk membuat jenglot tiruan atau aspal untuk menipu para pembeli, pemburu benda-benda gaib yang langka dan sulit didapatkan itu," ungkapnya.

Bila ada jenglot palsu tentu ada jenglot asli. Lalu apa dan bagaimana jenglot yang asli?

Jenglot adalah figur berbentuk manusia yang berukuran kecil (sekitar 10-17 cm), berkulit gelap dengan tekstur kasar seperti mumi. Jenglot umumnya berwajah seperti tengkorak dan bertaring mencuat, serta memiliki rambut dan kuku yang panjang.

Jenglot ditemukan di beberapa wilayah di nusantara, misalnya Jawa, Kalimantan dan Bali. Jenglot dipercaya memiliki kekuatan mistis dan memakan darah manusia. Sebagian masyarakat Indonesia juga meyakini jenglot sebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistik dan dapat mengundang bencana.

Secara medis, jenglot didefinisikan sebagai bukan makhluk hidup setelah diteliti oleh tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Melalui foto sinar Rontgen, tidak ditemukan unsur tulang, sepertinya halnya pada organ mahluk hidup, namun hal yang mengejutkan justru diperoleh dari penelitian DNA lapisan kulit jenglot yang mengelupas.

Setelah diperiksa oleh Dokter Djaja Surya Atmaja dari Universitas Indonesia, ternyata lapisan kulit itu memiliki DNA mirip primata sejenis manusia. Akan tetapi, penyelidikan asal usul jenglot secara medis hanya dihentikan sampai di situ karena pemilik jenglot tidak mengizinkan jenglot dibedah, agar tidak ada hal buruk yang terjadi.

Misteri jenglot yang begitu kuat membuatnya diangkat ke dunia hiburan, terutama untuk tema misteri dan supranatural. Film Indonesia berjudul Jenglot Pantai Selatan disutradarai oleh Rizal Mantovani, dirilis pada Februari 2011.

Lalu apa itu sebenarnya jenglot?

Beberapa literatur menyebut bahwa jenglot ditemukan saat sejumlah paranormal alias dukun melakukan tirakat di Wlingi, Jawa Timur tahun 1972. Temuan yang dipamerkan waktu itu ada empat, yang pertama disebut sebagai jenglot, berjenis kelamin lelaki dan konon pula bisa membantu mengamankan pemiliknya dari segala macam bahaya.

Kedua, Bethoro Karang, pria juga, konon bisa membantu kelancaran usaha, menjaga keselamatan dan lain-lain. Lalu Bethoro Katon, konon berjenis kelamin wanita, di mana selain membantu melancarkan usaha juga bisa dipakai sebagai pengasih. Terakhir, Begawan Kapiworo, katanya penjelmaan kera putih, ada hubungan dengan Anoman, mempunyai padepokan Kendali Sodo.

Jenglot sendiri diyakini adalah benda mati, alias bukan makhluk hidup. Meski jenglot bukan makhluk hidup, tetapi daya spiritual jenglot tetap hidup. Karenanya jenglot harus tetap diberi makan oleh orang yang memilikinya.

Makanan jenglot sendiri adalah darah manusia, tetapi tidak sembarang darah melainkan hanya darah golongan O dan AB dan juga minyak wangi.

[dan]

KUMPULAN BERITA
# Mistis# Top

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Ini jawaban kubu Jokowi disebut kena karma naikkan BBM subsidi
  • Ahok: Teman ledekin saya, kasihan deh lu tak bisa keluyuran
  • Busyro Muqoddas daftar wakil ketua KPK lagi
  • Maruarar Sirait usul Jokowi jual pesawat kepresidenan
  • Usai jadi presiden, SBY kebanjiran tawaran Internasional
  • Pemuda yang cabuli 8 anak, pernah dirawat di RSJ Menur Surabaya
  • Karaoke gelap-gelapan, 7 wanita digaruk polisi syariah Aceh
  • Doyan seks bebas, ratusan remaja di Semarang tertular HIV/AIDS
  • Berencana kudeta, lusinan polisi Turki ditahan
  • Ratu Atut tampak tenang jalani sidang vonis
  • SHOW MORE