Menag resmikan 3 wisma berkonsep Timur Tengah di Asrama Haji Sudiang

Tiga wisma berlantai empat namun memiliki luas berbeda itu diberi nama Raodah, Zamzam dan Al Bir Ali. Fasilitas di tiap ruangan ada tempat tidur,pendingin ruangan dan toilet. Kamar-kamar dibuat sekelas hotel bintang tiga.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Menag resmikan 3 wisma berkonsep Timur Tengah di Asrama Haji Sudiang
Menag di Makassar. ©2017 merdeka.com/salviah ika padmasari

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin meresmikan tiga wisma bintang tiga berkonsep Timur Tengah di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (5/4). Tiga wisma berlantai empat namun memiliki luas berbeda itu diberi nama Raodah, Zamzam dan Al Bir Ali.Menag didampingi Abdul Jamil selaku Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah dan Kakanwil Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Thahir meninjau dua kamar Raodah. Dia mengecek tempat tidur, pendingin udara dan toilet. Interior kamar sekelas hotel bintang tiga."Jadi target kita adalah seluruh asrama haji di Tanah Air minimal kondisinya seperti ini. Jadi setiap kamar tidak boleh lebih dari empat orang. Ada pendingin udara, televisi, ruangan pertemuan dll. Perbaikan wisma-wisma ini mendekati persis seperti yang akan jemaah haji tempati saat berada di Tanah Suci baik di Makkah maupun di Madina karena seluruh hotel yang kita sewa baik jemaah di Makkah maupun di Madina minimal hotel berbintang tiga. Kurang lebih seperti ini," kata Lukman.Tujuan perbaikan asrama haji ini untuk memberikan pelayanan yang nyaman, agar para jemaah bisa lebih familiar dengan suasana di Arab Saudi. Kalau calon jemaah haji merasa nyaman maka energi tidak banyak terkuras. Kalau merasa tidak nyaman maka tidak hanya fisik tetapi juga psikis yang terganggu.Lukman mengatakan seluruh asrama haji di Tanah Air harus direnovasi sebagaimana asrama haji di Makassar ini. Karena sebagian besar bangunan asrama haji di Indonesia dibangun sejak tahun 1970-an dan 1980-an. Tidak sedikit kondisinya memprihatinkan.Olehnya secara bertahap dari tahun ke tahun anggaran renovasi ditingkatkan. Terhitung sejak tahun 2014 lalu, ada empat asrama haji di Medan, DKI Jakarta, Balikpapan dan Makassar diperbaiki dengan total anggaran Rp 196 miliar. Kemudian tahun 2015 ke asrama haji yang lainnya lagi sebesar Rp 200 miliar lebih kemudian tahun 2016 kemarin dan tahun 2017 ini. Anggarannya berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)."Kita harus berbenah supaya bisa lebih layak. Jangan lagi ada bayangan kita tentang asrama itu seperti tahun 1970, 1980 1990 lalu. Saya menitip pesan khususnya ke kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji bahwa setelah berkah bangunan fisik yang lebih baik ini dari sebelumnya, sesungguhnya tanggung jawab belum berakhir tapi baru memulai. Tanggung jawab berikutnya adalah bagaimana memelihara, merawat dan menjaga asrama haji yang sudah baik ini. Kita tidak boleh lagi ikut masa lalu bahwa hanya bisa membangun tapi tidak bisa memelihara," terang Lukman.

Rekomendasi