Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahfud Sebut Kemenag Kompensasi bagi Kelompok Islam yang Menerima Pancasila

Mahfud Sebut Kemenag Kompensasi bagi Kelompok Islam yang Menerima Pancasila Menkopolhukam Mahfud MD. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut bahwa Kementerian Agama merupakan hadiah negara bagi Nahdlatul Ulama (NU) banyak menuai komentar. Kendati Yaqut telah mengklarifikasi pernyataanya itu dengan mengatakan bahwa hal itu berani disampaikan karena berada dalam forum internal keluarga besar NU. Dengan maksud untuk memotivasi para santri dan pesantren.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md turut merespons hal itu. Menurut Mahfud, dalam buku 'The Struggle of Islam in Modern Indonesia' karya BJ Boland, kehadiran Kemenag merupakan kompensasi bagi umat Islam yang dengan rela menerima Pancasila.

"Di buku yg berasal dari disertasi BJ Boland berjudul 'The Struggle of Islam in Modern Indonesia' ini ada penjelasan bahwa atas kesediaan berkorban kelompok Islam di PPKI pada tahun 1945 menerima Pancasila, maka ada kompensasi pembentukan Kementerian Agama dan sebuah Universitas Islam," tulis Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, Senin (25/10).

Sebelumnya Yaqut mengatakan bahwa pernyataannya itu guna membakar semangat serta memberikan motivasi dalam sebuah forum internal. Dia mengaku, pernyataan itu diharapkan tidak sampai keluar ke publik demi menghindari perdebatan.

"Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati, lalu digoreng ke publik," ujar Yaqut dalam keterangannya, Senin (25/10).

Menag Yaqut melontarkan pernyataan itu saat berbicara dalam webinar internasional memperingati hari santri dihelat oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), pada Rabu (20/10) lalu. Ihwal penyebutan Kemenag merupakan hadiah untuk NU saat Menag Yaqut menjelaskan soal sejarah asal usul Kemenag.

Awalnya, Yaqut menceritakan soal perdebatan di stafnya yang tengah membahas sejarah asal-usul Kemenag. Kemudian salah satu stafnya mengatakan, Kementerian Agama adalah hadiah negara untuk umat Islam.

"Waktu itu perdebatannya bergeser bahwa Kementerian Agama ini harus menjadi kementerian semua agama, melindungi semua umat beragama. Ada yang tidak setuju, kementerian ini harus (jadi) Kementerian Agama Islam karena Kementerian Agama itu adalah hadiah negara untuk umat Islam," kata Yaqut seperti dikutip dari video terkait, Minggu (24/10).

Mendengar argumen stafnya, Yaqut lalu membantah. Menurut dia, pernyataan stafnya salah, sebab Kementerian Agama adalah hadiah negara bagi kelompok muslim NU.

"Saya bantah, Bukan! Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum tapi spesifik untuk NU," jelas Yaqut.

Reporter: Yopi Makdori/Liputan6.com

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP