Luka lebam di jasad sopir taksi online karena hantaman benda tumpul
Merdeka.com - Jasad Suharto alias Alex, sopir taksi online ditemukan tewas Sumedang sudah menjalani proses autopsi. Hasilnya, korban tewas akibat benda tumpul.
"Sudah dibawa pulang. Saat ini kami akan mengembangkan penyelidikan lebih lanjut. Hasil autopsi korban meninggal akibat benda tumpul," kata Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, saat dihubungi, Rabu (1/8).
Kasus juga dikoordinasikan dengan penyidik Polda Metro Jaya dan Polda Jabar. Sebab Jakarta itu diduga dibunuh di luar wilayah Sumedang.
Meski demikian, ia mengaku belum bisa memberi keterangan lebih lanjut mengenai lokasi pembunuhan dan identitas tersangka. Alasannya untuk kepentingan penyelidikan.
"Lokasi (pembunuhan) belum. Kami akan koordinasi dengan Polda Metro dan Polda Jabar," katanya.
Kepolisian juga sudah memeriksa saksi dan keluarga serta kerabat korban. Selama ini, taksi online yang dikemudikan korban milik tetangganya.
"Korban beroperasi di Jakarta. Mobil yang dipake untuk operasional itu milik tetangganya," ucapnya.
Selesai proses autopsi, jasad korban sudah diambil pihak keluarga.
Sebelumnya diberitakan seorang pria ditemukan tewas mengenaskan di sebuah lahan perkebunan milik Perhutani, Jalan Buah Dua - Sanca Blok Cinbo, Dusun Gendereh, Desa Gendereh Kecamaran Buah Dua Kabupaten Sumedang. Diduga pria tersebut korban pembunuhan.
Tubuh korban penuh dengan luka lebam dan memar di bagian kepala belakang, muka, tenggorokan, dada dan luka gores di bagian punggung. Korban diketahui beralamat di Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.
Alex sempat diberitakan hilang dengan kendaraan Daihatsu Xenia No.Pol.: B-2256-TFY oleh pengguna Facebook dengan akun 'Ajek Dido'.
Ia menuliskan bahwa Alex yang merupakan anggota dari komunitas White Car Indonesia mengantar penumpang pukul 18.00 WIB dari Bekasi menuju Subang.
Temannya itu mengaku terakhir menghubungi Alex ketika berada di wilayah Ciasem/Pamanukan Subang. Setelah itu, Alex tidak dapat dihubungi dan GPS mobil sudah tidak aktif.
Sejauh ini, pihak kepolisian menduga Alex dianiaya hingga meninggal saat berada di luar Sumedang. Sementara lahan Perhutani dipilih untuk menghilangkan jejak para pelaku karena daerah tersebut terbilang jauh dari tempat keramaian.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya