Kronologi Mahasiswa Tertembak Peluru Nyasar Milik Anggota Polisi di Lampung

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan kejadian tersebut berawal saat dua anggota Polres Lampung Selatan Brigpol Patiko Jayadi dan Bripka Duansyah janjian bertemu di pelataran UBL. Keduanya janjian ketemu ingin mengembalikan senjata api milik Bripka Duansyah.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kronologi Mahasiswa Tertembak Peluru Nyasar Milik Anggota Polisi di Lampung
Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung masih menyelidiki insiden peluru nyasar dari senjata milik anggota Polres Lampung Selatan, Bripka Duansyah. Insiden tersebut melukai seorang mahasiswa Universita Bandar Lampung (UBL) Rahmat Herianto.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan kejadian tersebut berawal saat dua anggota Polres Lampung Selatan Brigpol Patiko Jayadi dan Bripka Duansyah janjian bertemu di pelataran UBL. Keduanya janjian ketemu ingin mengembalikan senjata api milik Bripka Duansyah.

"Mungkin, kayaknya di antara mereka (diduga pelaku) kuliahan. Mereka itu kuliah, karena UBL itu kampus yang diperuntukan oleh para pegawai negeri sipil, tni, polri kuliah untuk menambah ilmu. Jadi tak menutup kemungkinan, biasanya brigadir-brigadir di Polda itu atau di Polres itu mereka kuliah," kata Pandra saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (10/8).

Dia menambahkan Bripka Duansyah sebelumnya meminta tolong kepada Brigadir Patiko untuk memperbaiki senjata api miliknya. Namun, sebelum dikembalikan ternyata tertinggal satu peluru di dalam senjata api tersebut.

"Brigpol Patiko ini mengokang senjata ingin memastikan apakah senjata ini macet atau tidak," ungkapnya.

Namun lanjut Pandra, saat dikokang keluarlah satu peluru dari senjata api tersebut dan meletus hingga menembus kaca mobil. Alhasil seorang mahasiswa yang melintas terkena peluru di bagian pinggangnya.

"Ya jam kuliah orang lagi istirahat, karena jarak tembaknya itu 30-50 meter dari lokasi meletusnya senjata. Ini tidak ada unsur kesengajaan, apalagi unsur niatan untuk menembak tidak ada," jelasnya.

Kejadian itu sekitar pukul 09.30 WIB. Salah satu anggota polisi tersebut diduga juga menempuh pendidikan di kampus itu.

"Iya (kemungkinan sedang kuliah), karena sedang istirahat jam setengah 10 itu. Areanya itu kelihatan ke arah parkir itu deket dengan kantin dan enggak, pakai (baju dinas) baju preman semua," tukasnya.

Identitas mahasiswa yang terkena peluru nyasar merupakan salah seorang karyawan yang bekerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung. Korban saat ini dirawat di RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung.

"Betul (mahasiswa UBL), jadi dia bekerja di BPBD Provinsi Lampung, Pegawai Negeri, namun dia kuliah juga disitu. Karena UBL sering dipergunakan untuk para pegawai negeri, baik itu TNI, Polri, untuk berkuliah pada Sabtu dan Minggu," kata Pandra.

Rekomendasi