Korban pemerkosaan & pembunuhan dibuang untuk kelabui polisi

Untuk diketahui para pelaku ini adalah orang yang melaporkan kejadian pada kepolisian.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Korban pemerkosaan & pembunuhan dibuang untuk kelabui polisi
Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Usai memperkosa dan membunuh secara sadis terhadap dua korban Vina dan M Rizki Rudiana, pelaku gerombolan bermotor di Cirebon membuang korban ke flyover Kepongpongan, Kabupaten Cirebon. Cara itu dilakukan pelaku untuk mengelabui polisi, seolah-olah korban mengalami kecelakaan lalu lintas."Polisi ini seolah menemukan kejanggalan karena kenapa teman-teman korban mendahului datang ke TKP dan melaporkan ke pihak kepolisian?," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus pada wartawan, Kamis (1/9).Guna kepentingan penyelidikan jasad Rizki anak dari anggota Satres Narkoba Polres Cirebon yang sudah dimakamkan itu kembali dibongkar untuk diautopsi. Polisi menemukan titik terang. Berdasarkan keterangan saksi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti akhirnya polisi mengarah pada pelaku.Untuk diketahui para pelaku ini adalah orang yang melaporkan kejadian pada kepolisian. Dalam laporan disebutkan bahwa korban mengalami kecelakaan lalu lintas."Sehingga kepolisian menyimpulkan sementara bahwa korban bukan meninggal dunia karena Laka Lantas tetapi merupakan korban pembunuhan, setelah dilakukan pengembangan dari bukti dan saksi teman temannya," jelasnya.Polisi langsung mengejar pelaku. Pada Rabu 31 Agustus kemarin diamankan delapan dari 11 pelaku yang diduga melakukan aksi pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban. "Tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran," terangnya.Insiden berdarah itu terjadi pada Sabtu 27 Agustus lalu. Vina meregang nyawa dengan cara mengenaskan. Dianiaya terlebih dahulu, kemudian diperkosa secara bergilir lalu jasadnya dibuang ke flyover Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.Adapun teman prianya M Rizki Rudiana yang juga merupakan korban kebrutalan gerombolan bermotor diperlakukan dengan cara yang tak kalah sadis, yakni dianiaya dan dibuang di tempat sama.Kejadian berawal ketika Vina, Rizki dan beberapa rekannya melintas di depan SMPN 11 Kali Tanjung, Kabupaten Cirebon. Saat di lokasi ada gerombolan orang yang tiba-tiba melakukan pelemparan terhadap korban. Korban melarikan diri. Tapi pelaku berhasil memberhentikan dan membawa ke tempat sepi hingga korban meregang nyawa.

Rekomendasi