Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Klaim ke Kemenkes Belum Cair, RSUD di Bogor Kesulitan Bayar Obat

Klaim ke Kemenkes Belum Cair, RSUD di Bogor Kesulitan Bayar Obat Ilustrasi obat. shutterstock

Merdeka.com - Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengakui rumah sakit milik pemerintah daerah, mulai kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan belakangan ini. Pasalnya, mereka masih memiliki utang kepada distributor atau vendor farmasi, sehingga pasokan obat sedikti terhambat.

Iwan menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih belum juga mencairkan klaim dari empat RSUD di Kabupaten Bogor yang sudah menangani pasien Covid-19 yang nilai menembus Rp200 miliar.

Untuk menyiasatinya, Pemkab Bogor berencana melakukan realokasi anggaran APBD 2021, untuk pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan di rumah sakit. Realokasi, khususnya untuk menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Jadi bisa belanja obat dan alkes itu menggunakan BTT. Itu untuk membeli obat sambil menunggu pencairan dari Kemenkes," kata Iwan, Kamis (8/7).

Sebagai Ketua Tim Pemulihan Ekonomi Daerah (PED), Iwan menjelaskan bahwa dalam situasi terus meningkatkan Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, maka program pemulihan ekonomi tidak bisa berjalan dulu.

"Kita fokus ke penyelamatan dulu. Realokasi anggaran, seluruhnya nanti difokuskan untuk penanganan kesehatan. Vendor obat belum mau ngirim obat ke rumah sakit karena kita masih berhutang. Buat bayar, uangnnya belum ada," kata Iwan.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP