Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran Jakarta Selatan, Helbert menyampaikan perkiraan nilai kerugian dari kebakaran Pasar Inpres, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mencapai Rp 2 miliar.
Dugaan awal penyebab kebakaran yaitu hubungan pendek arus listrik. Dari kebakaran tersebut diperkirakan 300 tempat usaha atau kios terkena dampak.
"Diduga arus pendek, kerugian diperkirakan Rp2 miliar," ucap Helbert, Selasa (13/4).
Kepala Dinas Kebakaran Satriadi Gunawan sebelumnya menyampaikan petugas sempat mengalami kendala dalam proses pemadaman karena medan yang sulit. Yakni adanya lantai bawah tanah (basement) dan beberapa lantai di atasnya.
Damkar juga menambah mobil pompa dari awalnya sembilan, kemudian menjadi 30 unit didukung 165 personel. Selain itu, juga dikerahkan robot pemadam atau LUF-60 untuk membantu petugas melakukan pemadaman.
"Memang butuh waktu untuk sampai proses pendinginan, minimal kita sudah lokalisir 'basement'," katanya.
Mengutip data dari jakartafire.net/statistic sejak awal 2021 sampai 15 Maret terjadi 260 kasus kebakaran, 908 kali upaya penyelamatan, dan kerugian ditaksir mencapai Rp 31.912.650.000.
Data kebakaran 2020, penyebab utama kebakaran adalah korsleting listrik sebanyak 640 kasus, rokok 19 kasus, kompor 132 kasus, dan lain-lain 297 kasus.
Merdeka.com belum berhasil mendapat konfirmasi dari pihak Pemprov DKI mengenai kondisi tersebut.