Keris dari abad ke-6 dipamerkan di Pura Pakualaman Yogya

"Dibuatnya sebelum zaman Majapahit, jadi sudah tua, makanya harganya masih mahal," ujar Tujiman.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Keris dari abad ke-6 dipamerkan di Pura Pakualaman Yogya
Keris Jalak Budho dipegang Tujiman. ©2014 Merdeka.com

Keris pusaka dari abad ke-6 juga turut dipamerkan dalam gelar pusaka warisan dunia di Pura Pakualaman, Rabu (024/09). Keris yang bernama Jalak Budo ini dipamerkan sekaligus dijual dalam pameran ini. Keris ini diperkirakan dibuat pada abad ke-6 yaitu pada zaman Kabudhan di mana generasi pertama pembuatan keris. Menurut pemilik, Tujiman, keris tersebut pertama kali ditemukan oleh penambang pasir di sungai Brantas. Saat ditemukan kondisinya sudah berkarat dan keropos."Kondisinya ini masih 85 persenlah, karena ditemukan di sungai jadi begini, tapi ini sudah kita bersihkan," kata Tujiman di Pura Pakualaman, Rabu (24/09).Menurut Tujiman, keris tersebut merupakan jenis pusaka. Jenis pusaka yang dimaksud ialah keris yang tidak dikeluarkan atau digunakan, melainkan hanya untuk pusaka yang disimpan dalam kerajaan."Kalau jenis keris itu kan ada yang pusaka, ageman yang bisa dipakai, dan souvenir. Ini jenisnya pusaka, hanya disimpan di dalam kerajaan tidak dikeluarkan," jelasnya.Keris Jalan Budho ini sendiri dijual oleh Tujiman dengan harga Rp 5 juta. Angka tersebut dinilainya sepadan mengingat umur keris yang sudah sangat tua meski kondisinya 85 persen."Dibuatnya sebelum zaman Majapahit, jadi sudah tua, makanya harganya masih mahal," ujarnya.Namun dari beberapa keris yang ada, yang cukup spesial adalah keris Nogorojo Kinatahemas milik Eko Supriyono. Mengapa dianggap spesial?

Keris yang berusia 250 tahun tersebut baru saja dibeli kembali oleh Eko setelah puluhan tahun dipegang oleh orang Belanda."Ini baru kita bawa kembali ke Indonesia, saat itu dipamerkan di Belanda dan memang orang Belanda yang punya. Tapi inikan warisan kita, kenapa sampai di sana," kata Eko.Menurut Eko keunikan keris ini yaitu pada pamor atau lapisan logam keris yang terdapat emas yang terukir indah di tengah badan keris.

"Kalau yang lain biasanya baja, titanium, besi, kalau yang ini emas, lihat warna kuningnya itu emas," jelas Eko.Meski demikian, jika banding dengan keris lain yang dipamerkan, keris Nogorojo Kinatahemas ini masih tergolong muda. "Ini masih muda, yang tua itu usianya di atas 500 tahun," tambahnya.Selain kedua keris tersebut, sejumlah keris dengan usia lebih dari 500 tahun juga turut dipamerkan. Salah satunya keris dari Bugis dan beberapa keris dari zaman kerajaan Singosari.

Rekomendasi