Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa kematian pasien Omicron disebabkan komorbid yang tidak terkontrol. Dia mengimbau masyarakat mendapatkan vaksin lengkap untuk mengurangi tingkat keparahan infeksi Covid atay mutasi lainnya seperti Omicron.
"Ada diabetes yang tidak terkontrol dan obesitas," ujar Nadia, Senin (24/1).
Nadia menambahkan, komorbid ataupun penyakit bawaan yang tidak terkontrol akan memperberat dampak dari infeksi virus Sars Cov-2.
"Yang pasti harus terkendali kalau ada penyakit penyerta karena Covid ditambah komorbid itu memperberat," ungkapnya.
Advertisement
Pasien Omicron Meninggal
Diketahui, dua pasien Omicron meninggal di tempat rawat yang berbeda. Satu pasien meninggal di RS Sari Asih Ciputat. Sedangkan pasien yang satunya meninggal di RSPI Sulianti Saroso.
Satu kasus yang meninggal di RS Sari Asih Ciputat merupakan transmisi lokal. Sedangkan yang meninggal di RSPI Sulianti Saroso merupakan pelaku perjalanan luar negeri.
"Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso," kata Nadia dilansir dari Liputan6.com.
Pasien yang memiliki diabetes melitus merupakan wanita berusia 54 tahun. Ia sudah melakukan vaksin sebelumnya. Sedangkan pasien yang satunya berusia 64 tahun. Namun ia belum divaksin dan memiliki komorbid.