Kasus Omicron Terdeteksi di Sumsel, Warga Diimbau Tetap Disiplin Terapkan Prokes

Lesty tidak menjelaskan sumber penularan yang dialami pasien varian Covid-19 itu. Lamanya hasil keluar, tidak menutup kemungkinan pasien tersebut sudah sembuh.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Kasus Omicron Terdeteksi di Sumsel, Warga Diimbau Tetap Disiplin Terapkan Prokes
Mudik Jelang Nataru. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Satu kasus Covid-19 varian omicron terdeteksi di Sumatera Selatan. Agar tidak semakin meluas, warga diimbau terap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengungkapkan, satu kasus tersebut dilaporkan berdasarkan pemeriksaan while genome sequencing (WGS) dari Kementerian Kesehatan. WGS ini membutuhkan waktu selama dua pekan dan hasilnya baru dilaporkan kemarin, Jumat (4/2).

"Iya, ada satu kasus varian omicron, baru kemarin diinfokan pusat," ungkap Lesty, Sabtu (5/2).

Namun Lesty tidak menjelaskan sumber penularan yang dialami pasien varian Covid-19 itu. Lamanya hasil keluar, tidak menutup kemungkinan pasien tersebut sudah sembuh.

"Karena butuh waktu dua minggu, rata-rata yang terpapar sudah sembuh," ujarnya.

Beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan kasus di Sumsel secara signifikan. Pada Kamis (3/2), terdapat 112 kasus dan keesokan harinya bertambah lagi menjadi 116 kasus.

Lesty mengimbau masyarakat tidak terlalu panik dengan adanya kasus omicron di Sumsel. Menurut dia, omicron tidak lebih ganas dari varian lainnya, hanya penularannya terbilang lebih cepat.

Dikatakan, peningkatan kasus itu disinyalir akibat prokes masyarakat mulai kendor. Kondisi itu dimungkinkan mudah terpapar dan berbahaya bagi kalangan yang memiliki penyakit penyerta.

"Yang penting prokes, jangan kendor, apalagi sekarang ada peningkatan kasus," ujarnya.

Untuk kasus yang ada, digencarkan tracing dan pemeriksaan antigen dan PCR. Bagi yang positif dapat ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit jika membutuhkan perawatan lebih lanjut.

"Kita berusaha rantai penularan bisa diputus agar tidak terjadi penambahan kasus," pungkasnya.

Rekomendasi