Seorang warga Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tewas usai kediamannya dilalap api, Kamis (23/8). Letak kediaman korban kebakaran tersebut tergolong terpencil berada di tanah berbukit. Warga dan petugas Damkar kesulitan mendapatkan air dan terpaksa memadamkan api dengan pasir.
Identitas korban kebakaran tersebut yakni, Sanminat (80), warga Desa Tunjungseto. Kebakaran diperkirakan mulai terjadi pada Rabu, (22/8) sekira pukul 23.30 WIB. Api baru bisa dipadamkan kemudian pada Kamis (23/8) sekira pukul 03.00 WIB.
Kabag Ops Polres Kebumen, Kompol Cipto Rahayu mengatakan, kejadian kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban, Yono (42) saat listrik padam di lingkungan desa. Menjelang tengah malam itu, Yono keluar rumah mengecek listrik milik tetangganya. Pada kondisi gelap, ia melihat kobaran api di rumah orang tuanya.
Jarak rumah Yono dengan rumah korban kurang lebih 200 meter. Medannya ke kediaman korban susah ditempuh karena kondisi tanah yang berbukit. Rumah Yono berada di atas rumah korban, sehingga sangat terlihat jika terjadi kebakaran di rumah orangtuanya.
"Setelah Yono menyaksikan rumah orangtuanya terbakar, ia berteriak dan minta tolong kepada warga," kata Cipto, Kamis (23/8) petang.
Tidak lama kemudian, Polsek Sempor bersama dengan Inafis Polres Kebumen dan Koramil serta Damkar tiba di lokasi kejadian. Tapi, warga dan petugas mengalami kesulitan saat memadamkan api. Kendaraan Damkar tidak bisa menjangkau ke lokasi.
"Kita padamkan menggunakan pasir yang berbeda di dekat lokasi kejadian. Sekira pukul 03.00 WIB, api baru bisa dipadamkan," ujar dia.
Setelah api padam, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di dalam rumah. Korban meninggal dengan kondisi yang memprihatinkan.
Dari hasil olah TKP, dimungkinkan kebakaran terjadi karena perapian yang dibuat korban merembet ke dinding rumah yang terbuat dari papan kayu. Dari olah TKP, polisi tidak menemukan benda mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana.
Informasi yang diperoleh, korban tinggal sendiri di rumahnya. Isterinya telah meninggal. Korban mempunyai 7 orang anak dan kesemuanya telah berkeluarga.