Jokowi: Saya akan Ajak Negara G7 untuk Upayakan Perdamaian di Ukraina

Jokowi mengatakan, kunjungan bersama sejumlah rombongan ke Jerman itu dilakukan untuk menghadiri KTT G7. Hal ini karena Indonesia sebagai partner country dari G7, dan juga sebagai Ketua Presidensi G20.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Jokowi: Saya akan Ajak Negara G7 untuk Upayakan Perdamaian di Ukraina
Jokowi Kunker ke Timur Tengah dan Eropa. ©2022 Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke tiga negara eropa dan satu negara timur tengah. Tiga negara eropa tersebut yakni Jerman, Ukraina, Rusia, sementara negara timur tengah itu Uni Emirat Arab.

Jokowi mengatakan, kunjungan bersama sejumlah rombongan ke Jerman itu dilakukan untuk menghadiri KTT G7. Hal ini karena Indonesia sebagai partner country dari G7, dan juga sebagai Ketua Presidensi G20.

"Di sini kita akan mendorong, mengajak negara-negara G7 untuk bersama-sama mengupayakan perdamaian di Ukraina, dan juga secepat-cepatnya mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan krisis energi yang sedang melanda dunia. Memang upaya ini tidak mudah, tapi kita Indonesia akan terus berupaya," katanya, Minggu (26/6).

Usai dari Jerman, Jokowi dan rombongan akan berangkat ke Ukraina untuk menemui presiden negara itu yakni Volodymyr Zelenskyy. Di sana, ia akan mengajak Zelenskyy untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian.

"Akan bertemu dengan Presiden Zelensky misinya adalah mengajak presiden Ukraina untuk membuka ruang dialog, dalam rangka perdamaian untuk membangun perdamaian. Karena perang memang harus dihentikan dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," ujarnya.

Setelah dari Ukraina, Jokowi akan lanjut melakukan kunker ke negara lain yaitu Rusia. Nantinya, ia akan menemui Presiden Vladimir Putin dengan misi yang sama dibawanya ke negara sebelumnya.

"Dari Ukraina saya akan menuju ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin, sekali lagi dengan misi yang sama. Saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," jelasnya.

Kemudian yang terakhir, ia akan mengunjungi Uni Emirat Arab. Kunjungan ini dilakukan untuk melanjutkan kembali pembahasan kerjasama ekonomi, dan investasi antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab.

"Kunjungan ini bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga penting bagi negara-negara berkembang untuk mencegah rakyat negara-negara berkembang, dan berpenghasilan rendah jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem dan kelaparan. Dan selama saya di luar negeri, pemerintahan akan dipimpin oleh Bapak Wakil Presiden," tutupnya.

Rekomendasi