Ini sosok Andre Berto, petinju yang berani tantang Mayweather
Merdeka.com - Andre Berto akan menantang ketangguhan Floyd Mayweather Jr di atas ring. Keduanya bakal berhadapan langsung di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS.
Meski dihantui penurunan harga pay per view maupun penjualan yang lambat, namun tak melemahkan Berto untuk menundukkan Mayweather dalam pertarungan nanti. Dengan sangat percaya diri, Berto berkeyakinan akan mengalahkan petinju kaya raya itu.
Pria berusia 32 tahun asal Florida AS ini diyakini bakal menjadi kuda hitam dalam pertarungan akbarnya tersebut. Melawan petinju berusia 38 tahun juga tak membuatnya gentar, meski pernah tiga kali kalah.
"Saya lebuh muda, saya lapar dan ini resep yang hebat untuk meraih kemenangan," kata Berto, seperti dikutip dari CBSSports.com.
Untuk bisa membuktikan ucapannya tersebut, Berto tak mau berdiam diri begitu saja. Pria yang membukukan 30 kali kemenangan ini terus berlatih.
"Saya tak akan berdiam diri sepanjang hari untuk duduk dan berharap keajaiban dan mendengar apa yang orang pikirkan," tegasnya.
Saat menjadi petinju amatir, Berto sudah memenangi medali perunggu dalam kejuaraan tinju amatir di tahun 2003, dia juga dua kali menjuarai National Golden Gloves dan beberapa kejuaraan amatir lainnya. Sebelum memasuki karier profesional, setidaknya dia sudah mengantungi 22 gelar juara di Florida.
Karier profesional pertamanya dimulai pada 12 Desember 2004 lalu. Berto berhasil menang TKO melawan Michael Robinson (AS) dalam tiga dari empat ronde yang dipertandingkan. Namun, namanya baru mulai dikenal publik saat berhasil Miguel Figueroa pada 9 Desember 2006. Oleh ESPN.com, dia didapuk menjadi petinju yang paling bersinar di tahun itu.
Gelar pertama direngkuhnya saat bertanding melawan David Estrada (AS) pada 29 September 2007. Dia berhasul merebut gelar NABF kelas Welter setelah menang TKO di ronde ke-11.
Selang setahun berikutnya, Berto kembali merebut sabut juara WBC kelas Welter dari tangan petinju Meksiko Miguel Angel Rodriguez. Rodriguez dikalahkan dalam tujuh ronde. Sayang, gelar ini terlepas akibat kalah angka terhadap petinju AS Victor Ortiz pada 16 April 2011.
Namun, kekalahan itu langsung terbayar usai dia menundukkan petinju asal Slovenia Jan Zaveck dalam lima ronde. Dari tangan Zaveck, dia berhasil mengambil alih sabuk juara IBF kelas Welter,.
Kejadian buruk menimpanya saat Berto dinyatakan positif menggunakan doping pada pertengahan Mei 2012. Terungkapnya kasus tersebut membuat rencana menggelar pertandingan ulang melawan Ortiz gagal dilaksanakan.
Nasib baik juga belum berpihak padanya saat kembali ke atas ring pada 24 November 2012. Lelaki yang dijuluki The Beast ini harus menelan kekalahan angka atas petinju AS Robert Guerrero. Dia kembali kalah TKO saat melawan petinju Meksiko usai di ronde terakhir pada 27 Juli 2013.
Pelan namun pasti, Berto kembali memuaskan dahaga kemenangannya. Dia berhasil menundukkan petinju AS Steve Upsher Chambers. Pertarungannya melawan Josesito Lopez yang juga berasal dari AS membuatnya meraih juara interim WBA kelas Walter.
Dengan gelar yang disandangnya, Berto memiliki kesempatan untuk merebut sabuk juara dunia yang kini dipegang oleh Mayweather. Kita lihat saja, siapa yang bakal menang dalam pertarungan nanti. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya