Kepala Bagian Humas Kementerian Agama, Rosidin Karidi menegaskan, tiga korban meninggal dunia yang berasal dari Indonesia diduga terpisah dari rombongan ketika kejadian berlangsung. Dalam hal ini, kata dia, bukan merupakan kesalahan prosedur ataupun kelalaian panitia haji di Mina."Tiga jemaah terpisah dari rombongan kemudian menyasar ke jalur yang bukan sebenarnya atau jalur yang bukan untuk orang Indonesia," tegas Rosidi di Kantor Kementerian Agama, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/9). Meski menyasar ke jalur lain, Rosidi mengaku hal itu bukan merupakan kesalahan ataupun kelalaian petugas yang ada. Sebab, panitia selalu mensosialisasikan jalur untuk melakukan lempar jumlah untuk calon haji asal Indonesia."SOP yang dilakukan pemerintah Indonesia susah jelas, kita imbau jemaah agar selalu mematuhi jadwal pelemparan jumrah sekaligus jalur yang sudah ditetapkan."Menurutnya, besar kemungkinan jemaah haji yang nyasar dan menjadi korban meninggal dalam insiden di Mina disebabkan oleh faktor usia dan suasana saat itu. Suasana yang begitu ramai dan padat bisa menjadi kendala bagi jemaah untuk mengetahui informasi yang tepat untuk menuju jalur yang seharusnya."Jumlahnya di sana jutaan, belum lagi panas dan tidak sedikit yang mengalami dehidrasi. Mereka nyasar mungkin karena lelah atau faktor usia. Jadi memang kemungkinan sulit untuk tidak mengikuti arus manusia yang ada," tambahnya.Diketahui, kejadian ini terjadi bermula ketika ribuan jemaah dari pelbagai negara menyemut di Jalan Arab 204 yang menjadi salah satu rute utama menuju jamaraat, tempat jemaah haji melempar batu dalam prosesi jumrah di Ula dan Wusta. Mereka semua ingin mengejar waktu terbaik melempar jumrah.Di tengah-tengah barisan yang bergerak pukul 07.00 waktu setempat itu, paling banyak jemaah perempuan dan manula. Waktu kejadian adalah momen paling diminati jemaah haji untuk melempar batu ke jumrah, karena disebut-sebut paling afdal.Selain itu, Rosidin mengatakan bahwa seluruh jadwal prosesi lempar jumrah sudah diberitahukan, juga waktu yang afdol untuk melakukannya pada saat jam atau waktu yang tidak terlalu beresiko."Tapi kemungkinan terpisah itu ada. Kita imbau tidak melempar pada pukul 8-11. Kita sosialisasikan ke ketua kloter untuk tidak melempar jumrah pada saat-saat itu. Terkait pelemparan kita sarankan setelah ba'da zuhur pada sore hari. Kalau tanggal 11-12 kita sarankan pagi hari karena sore padat," pungkas dia.
Ini penjelasan Kemenag soal 3 WNI yang tewas dalam insiden di Mina
Imbauan sudah dilakukan, tapi tidak semua jemaah mengikutinya.
Rekomendasi