Sejumlah benda mencurigakan ditemukan di bekas markas FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (27/4) petang. Tim Jibom dan Labfor Mabes Polri dikerahkan untuk meneliti kandungan di dalamnya.
Seperti gambar-gambar yang diterima, ada beberapa botol ukuran kecil yang dijejerkan ke ubin. Sementara itu, di posisi yang tidak jauh terdapat juga dua botol air mineral kecil ditaruh di atas meja.
Pada sisi lain, ada pula cairan berwarna merah di dalam satu jeriken ukuran kecil dan botol air mineral ukuran 1 liter. Tapi di dalamnya terisi cairan cokelat pekat.
Botol itu diletakkan di atas meja kaca, tepat di sampingnya ada kantong plastik berisikan serbuk putih. Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi kandungan bahan-bahan tersebut.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi menerangkan, Tim Densus 88 Antiteror Polri sedang melakukan penggeledahan didampingi Ketua RT dan RW setempat. Hengki menyebut, beberapa bahan kimia diduga berbahaya ditemukan di dalam bekas markas FPI.
Sejauh ini, Hengki belum menyebutkan secara rinci temuan tersebut. Menurut dia, Tim Jibom Gegana dan Labfor Mabes Polri akan memeriksanya nanti.
"Rangkaian penggeledahan sedang berlangsung disaksikan ketua lingkungan RT/RW dan status a quo kita jaga betul. Dan hari ini kita dapatkan informasi ditemukan bahan-bahan yang cukup berbahaya menurut keterangan dari Jibom," kata Hengki di lokasi, Selasa (27/4) malam.
Hengki menerangkan, bahan-bahan berbahaya tersebut berbentuk serbuk. Namun dia belum bisa menjelaskan jenis bahan kimia tersebut.
"Bentuknya bubuk, detailnya nanti ke kabid humas," ujar dia.
Saat ini, Hengki menerangkan, tim penjinak bom bersama labfor Mabes Polri sedang melakukan penelitian.
Penggeledahan ini merupakan buntut penangkapan terhadap mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman oleh tim Densus 88 Antiteror Polri. Kepolisian menyebut, pengacara Rizieq Syihab itu ditangkap atas dugaan tindak pidana terorisme.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, Munarman disebut terlibat dalam sejumlah agenda baiat yang juga diikuti oleh sejumlah terduga teroris.
"Jadi terkait dengan kasus baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan. Jadi ada tiga hal tersebut," tutur Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/4).
"Nanti kita telusuri ya (jaringan terorisnya). Tentunya kalau itu terkait dengan yang di Makassar nanti bisa lebih jelas ke mana," kata Ahmad.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
Advertisement