Infrastruktur dan SDM Indonesia Dinilai Siap untuk Vaksinasi Covid-19
Merdeka.com - Pemerintah berencana melakukan vaksinasi Covid-19 pada akhir tahun 2020. Vaksinolog, Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa Indonesia telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk proses distribusi vaksin hingga ke pelosok negeri.
"Sejak vaksin diproduksi sampai digunakan di rumah sakit dan puskesmas, transportasinya mesti terjamin suhunya. Dan jangan khawatir, kita sudah berpengalaman. Kita sudah siap," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (22/11).
Dirga menyebut, Indonesia memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam memproduksi, mendistribusi, hingga mengimplementasikan vaksin. Sistem rantai dingin sebagai salah satu unsur penentu kualitas vaksin juga sudah terbangun dengan baik.
"97 persen sistem rantai dingin ini berjalan dengan baik jadi tidak perlu khawatir. Mulai dari pabrik sampai yang menerima di puskesmas, misalnya di Aceh atau Papua itu semua sudah siap," katanya.
Menurut Dirga, Indonesia telah memiliki 23.000 vaksinator yang terlatih. Bahkan, 7.000 di antaranya sudah mendapatkan pelatihan khusus dari Kementerian Kesehatan.
Punya 440 Ribu Tenaga Medis
Selain itu, Indonesia memiliki 440.000 tenaga kesehatan yang bisa menyukseskan vaksinasi. Mereka merupakan dokter umum, dokter spesialis, perawat hingga bidan.
"Semuanya saya yakin siap bergotong royong mensukseskan persiapan vaksinasi ini. Pada prinsipnya, kita ingin semua terlibat supaya vaksin ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat," ucapnya.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, membenarkan bahwa Kementerian Kesehatan telah melatih 7.000 dari 23.000 tenaga kesehatan sebagai vaksinator.
"Dan pastinya, manajemen vaksin dan rantai dingin (cold chain) pun dengan cermat dipersiapkan," kata Reisa.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya